LANGIT7.ID, Jakarta - Organisasi Islam Muhammadiyah berpandangan dana pengadaan hewan qurban Idul Adha 1442 H bisa dialihkan untuk membantu warga tidak mampu yang terdampak Covid-19. Hal tersebut disampaikan langsung Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar.
Menurutnya, Covid-19 sangat berdampak besar bagi masyarakat, terutama mereka yang masuk golongan ekonomi lemah. Dia mencontohkan pedagang kaki lima dan sejumlah keluarga yang terkena Covid-19 karena tidak bisa jualan.
"Mereka ini sangat perlu santunan, karena tidak ada pemasukan sama sekali," kata Syamsul seperti dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Jumat (2/7/2021).
Dia meminta agar masyarakat, terkhusus umat Islam, memiliki kepekaan nurani. Kepekaan nurani diperlukan untuk memupuk kepekaan sosial. "Agama itu tidak hanya sekedar dilaksanakan secara harfiyah, ini Idul Qurban kita berqurban, tapi agama juga dilaksanakan dengan pikiran rasional dan juga kepekaan nurani," ucap Syamsul.
Syamsul menjelaskan, Muhammadiyah menggunakan metode Manhaj Tarjih dalam menyelesaikan permasalahan yang bersumber pada Alquran dan Sunnah. Termasuk pula mengacu pada tiga pendekatan yaitu Burhani, Bayani, serta Irfani.
Pendekatan Bayani, melihat masalah agama dari segi dalil-dalil syar’i, kemudian pendekatan Burhani melihat permasalahan dari sudut teori-teori ilmu pengetahuan. Sementara Irfani, melihat masalah dari kepekaan nurani.
Melalui sumber dan pendekatan tersebut, Muhammadiyah menganjurkan masyarakat mengalihkan dana untuk Qurban guna membantu warga tidak mampu terdampak Covid-19. Syamsul menjelaskan, tujuan beragama adalah seperti yang tertuang dalam Surat Al Anbiya’ ayat 107, bahwa Nabi Muhammad tidak diutus kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam.
"Tuhan mengutus Nabi Muhammad membawa syariat adalah untuk mewujudkan kemashlahatan dan rahmat bagi semesta alam. Bagaimana rahmat ini diwujudkan? Mana yang lebih rahmat, kita menyembelih 25 ekor," ucapnya.
(asf)