LANGIT7.ID, Jakarta -
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan akan menaikkan tarif ojek
online (ojol) mulai 14 Agustus 2022. Komponen biaya pembentuk tarif terdiri dari biaya langsung dan tidak langsung.
Biaya langsung yaitu biaya yang dikeluarkan oleh mitra pengemudi dan sudah termasuk profit mitra pengemudi. Sedangkan biaya tidak langsung yaitu berupa biaya sewa penggunaan
aplikasi perusahaan paling tinggi 20 persen.
Baca Juga: Jelang Hari Kemerdekaan, Tarif Ojol Naik per 14 AgustusKeputusan ini menuai banyak respons dari
driver ojol. Ada yang menganggap kebijakan ini menguntungkan, tapi tak sedikit pula yang takut merugi.
Salah seorang
driver ojol Gojek Indonesia, Rizky, mengaku bersyukur dengan kenaikan tarif. Rizky menilai kenaikan tarif tersebut menambah penghasilannya sehari-hari.
"Alhamdulillah penghasilan nambah. Kalau penerapan oleh Kemenhub tepat, kita juga bisa diuntungkan. Semoga Gojek Indonesia juga bisa menyesuaikan kenaikkan tarif ini," kata Rizky, saat ditemui Langit7.id di pangkalan ojol Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Rabu (10/8/2022).
Menurut Rizky, tak masalah jika penyesuaian tarif baru tetap diterapkan. Terlebih, kenaikan tarif juga diiringi promo yang diberikan perusahaan penyedia ojol kepada pelanggan.
Baca Juga: Kisah Heroik Pengemudi Ojol Selamatkan Nyawa Pelanggan yang Terkapar"Karena saya tahu, pasti pelanggan cari promo. Potongan harga Rp1.000 atau Rp2.000 aja berarti. Jadi supaya nggak terlalu signifikan kenaikkannya, perusahaan semoga bisa tetap menarik konsumen untuk pakai ojol, biar orderan kita ramai," ucap Rizky.
Driver ojol Grab Indonesia, Fahmi menuturkan jika dirinya justru merasa sebaliknya. Dia mengaku khawatir kenaikan tarif membuat para pelanggan tidak lagi menggunakan jasa ojol.
"Kalau memang menguntungkan alhamdulillah, tapi kan kita nggak tahu ini nanti bagaimana penerapannya. Meski pemerintah sudah kasih kebijakan, dari (perusahaan) Gojek atau Grab juga punya aturan. Semoga tetap menguntungkan mitra dan juga penumpang, takutnya pelanggan nggak mau naik ojol gara-gara terlalu mahal," ujar Fahmi.
Pengemudi ojol lainnya, Lanang, mengatakan dirinya optimis kenaikkan harga tetap menguntungkan. "Saya yakin (kenaikkan harga) menguntungkan (driver). Karena pasti ojol sudah seperti kebutuhan pokok, hampir semua orang yang beraktivitas di luar butuh ojol. Semoga penumpang tidak masalah," tutur Lanang.
Baca Juga:
Perjalanan Mantan Ojol yang Kini Sukses Punya Perusahaan
Komunitas Ojol Matraman Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru Lewat BAZNAS(asf)