LANGIT7.ID, Jakarta -
Samsudin Jadab atau Gus Samsudin salah menjelaskan tujuan penciptaan jin dalam Al-Qu'ran. Samsudin mencoba mengutip ayat Al-Qur'an saat menerangkan fenomena keghaiban.
Kesalahan Samsudin Jadab terlihat saat berbincang dengan Denny Sumargo dalam
podcast-nya. Hal ini bermula dari perbincangan seputar santet paku dalam dunia medis.
Baca Juga: 3 Aksi Dukun yang Viral di Medsos, Kedoknya Selalu AgamaSamsudin juga menunjukkan hasil
rontgen pasiennya yang mengalami santet paku. Menurutnya, santet paku tidak bisa dijelaskan secara medis dan tak bisa dilakukan hanya dengan trik.
Samsudin mengatakan bahwa tidak semua hal bisa masuk logika atau dilogikakan. Pernyataannya merujuk kepada aksi Pesulap Merah yang kerap membongkar trik dukun palsu berkedok agama. "Bagaimana ketika seseorang bicara tentang malaikat, kita muslim percaya, apakah disuruh membuktikan malaikat seperti apa?," kata Samsudin dilihat Jumat (12/8/2022).
Samsudin lalu memberi contoh lain tentang
jin. Dalam hal ini, dia mengutip surat An-Nas ketika menjelaskan tujuan penciptaan jin.
"Di dalam alquran ada yang namanya jin yaitu di
surat An-Nas, yang intinya bunyinya bahwa tidak saya (Allah) ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah SWT. Apakah di situ juga harus membuktikan jin itu?," ucap Samsudin.
Memang betul Surat An-Nas berbicara mengenai jin, tapi bukan seperti yang dimaksud Samsudin. Surat An-Nas sendiri termasuk surat Al-Mu'aqqidzatain (dua surat perlindungan, satunya lagi adalah surat Al-Falaq).
Dalam Surat An-Nas, Allah SWT memerintahkan manusia agar berlindung kepada Allah SWT dari kejahatan bisikan setan yang senantiasa bersembunyi di dalam hati manusia. Godaan tersebut yakni bisikan was-was yang tersembunyi yang ditiupkan ke dalam dada manusia, yang mungkin datangnya dari jin atau manusia.
Baca Juga: Benarkah Klaim Pesulap Merah Kalau Sihir Hanya Trik? Ini Kata Ustadz FaizarFirman Allah dalam Surat Al-An'am ayat 112:
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِيْ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا ۗوَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوْهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُوْنَ Artinya: Demikianlah (sebagaimana Kami menjadikan bagimu musuh) Kami telah menjadikan (pula) bagi setiap nabi musuh yang terdiri atas setan-setan (berupa) manusia dan jin. Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Seandainya Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya. Maka, tinggalkan mereka bersama apa yang mereka ada-adakan (kebohongan).
Buya Hamka dalam Tafsir Al-azhar menjelaskan, pada ayat penghabisan ini telah dijelaskan bahwasanya si penebar was-was itu terdiri dari dua jenis, yaitu jin dan manusia. Al-Hasan menegaskan:
"Kedua-nya sama-sama syaitan. Syaitan yang berupa jin memasukkan waswas ke dalam dada manusia. Adapun syaitan yang berupa manusia memasukkan waswas secara kasar." Oatadah menjelaskan; "Di keduanya ada syaitannya. Di kalangan jin ada syaitan-syaitan, di kalangan manusia pun ada syaitan-syaitan."
Adapun yang dimaksud Samsudin Jadab yang benar adalah Surat Az-Zariat ayat 56:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ Artinya: Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.
Baca Juga:
5 Pusaka Dukun, Awas Tertipu Pengobatan Alternatif Berbau Syirik
Cerita Pesulap Merah yang Antiriba: Janji Allah SWT Itu Benar
Alasan Pesulap Merah Bongkar Trik Dukun: Perintah Allah SWT(asf)