LANGIT7.ID, Jakarta - Pendiri Padepokan Nur Dzat Sejati,
Samsudin Jadab mengklaim belajar ilmu pengobatan dari kitab-kitab yang diajarkan di pesantren. Di antranya ada Kitab Syamsul Ma’arif Kubro dan Kitab Al-Aufaq.
“Itu ada kitabnya. Kalau kita di pesantren itu ada Syamsul Ma’arif Kubro, ada Kitab Al-Aufaq. Di situ menerangkan bagaimana cara mendoakan seseorang,” kata Samsudin saat menjadi bintang tamu di podcast dr Richard Lee, dikutip Senin (15/8/2022).
Baca Juga: Samsudin Jadab Salah Jelaskan Tujuan Penciptaan Jin dalam Al-Qur'an
Namun ternyata, kitab-kitab yang menjadi rujukan Samsudin itu merupakan kitab ilmu sihir. Kitab-kitab itu bahkan sudah diharamkan para ulama seperti Al-Khurafi dan Syeikh Abul Fadhol As-Senory At-Tubany.
“Kitab ini dijelaskan banyak sekali. Saya mengikuti pendapat Al-Khurafi yang mengharamkannya, karena dalam kita tersebut banyak mengajarkan sihir,” kata Pakar Ruqyah Syar'iyyah
Ustadz Muhammad Faizar melalui akun instagramnya.
Syeikh Abul Fadhol As-Senory At-Tubany menyatakan, kitab Syamsul Ma’arif dan Manbaul Ushulil Hikmah, serta kitab-kita semisal dengannya adalah kitab sihir. Selain itu, beliau juga mengatakan, khotam Sulaiman dan Asma Jaljalutiyah yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib adalah sebuah kebohongan yang besar.
Baca Juga: Benarkah Klaim Pesulap Merah Kalau Sihir Hanya Trik? Ini Kata Ustadz Faizar
“Ini (kitab) masuk
step-step atau tahapan-tahapan ilmu sihir. Orang yang belajar ilmu sihir pasti akan mendalami ilmu-ilmu tentang nujum, ilmu perbintangan yang di dalamnya mempelajari ilmu ta’sir,” ujar Ustadz Faizar.
(jqf)