Suatu hari, rasa penasaran membuat si pemuda duduk dan mendengarkan. Anehnya, hatinya tergetar. Kata-kata sang rahib memecahkan kabut dalam pikirannya. Hari demi hari, ia semakin sering singgah.
Betapa banyak kisah yang mengandung hikmah untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan. Salah satunya tentang Ashhabul Ukhdud, yakni sekelompok rakyat pada masa pra-Islam yang beriman kepada Allah SWT.
Umat Yahudi telah lama tersebar di Khaibar, Yatsrib (Madinah), Wadi al-Qura, Fadak, Taima, dan di bagian selatan, khususnya Himyar. Penyebaran agama ini diwarnai kekerasan. Salah satunya adalah para peristiwa Ashabul Ukhdud.
Al-Quran menyediakan lima surat pendek yang ampuh sebagai doa penangkal sihir dan perlindungan diri. Surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan Ayat Kursi memiliki keutamaan khusus dalam menghadapi gangguan spiritual. Membaca surat-surat ini secara rutin memberikan perlindungan optimal dari Allah SWT.
Prof Dr Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir menjelaskan, tujuan dua malaikat ini sebenarnya adalah untuk mengajari manusia membedakan antara sihir dan mukiizat. Selain itu supaya mereka tahu bahwa ahli sihir yang mengaku nabi secara dusta sebenarnya adalah tukang sihir, bukan nabi.
Surat An-Nas mengandung isti'aadzah atau permintaan perlindungan kepada Allah SWT, Tuhan seluruh manusia dari segala kejahatan Iblis dan bala tentaranya.
Ternyata kitab-kitab yang menjadi rujukan Samsudin Jadab dalam pengobatannya merupakan kitab ilmu sihir. Kitab-kitab itu bahkan sudah diharamkan para ulama seperti Al-Khurafi dan Syeikh Abul Fadhol As-Senory At-Tubany.
Hukum pelajari sihir mayoritas ulama berpendapat haram. Sebab ilmu tersebut dapat membuat seseorang jatuh dalam kekafiran dan jauh dari nilai-nilai agama.
Di layar kaca dan media sosial, Pesulap Merah menyebut bahwa sihir yang digunakan para dukun hanyalah trik belaka. Meluruskan hal itu, praktisi Ruqyah Syariah, Ustadz Muhammad Faizar, menegaskan, sihir dan keberadaan tukang sihir itu nyata. Itu juga ditegaskan dalam Surah Al-Falaq.