LANGIT7.ID, Jakarta - Al-Quran menerangkan adanya fenomena sihir. Dalam Al-Qur'an, sihir disebutkan di banyak tempat, terutama dalam kisah-kisah Musa dan Fir'aun.
Al-Qur'an menyifati sihir sebagai tipuan dan permainan mata. Orang yang melihatnya menganggap sesuatu yang tidak nyata sebagai sesuatu yang nyata.
Fenomena sihir dalam Al-Qur'an misalnya terjadi saat Nabi Musa melawan para penyihir Firaun sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-A'raf ayat 116:
قَالَ اَلْقُوْاۚ فَلَمَّآ اَلْقَوْا سَحَرُوْٓا اَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوْهُمْ وَجَاۤءُوْ بِسِحْرٍ عَظِيْمٍ
Artinya: Dia (Musa) menjawab, “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka, ketika melemparkan (tali-temali), mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan mereka takut. Mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan).
Baca Juga: Tafsir Al-Baqarah Ayat 238: Perintah Pelihara Salat dan KhusyukSihir pertama kali diajarkan oleh malaikat Harut dan Marut di Babilonia. Dua malaikat ini mengajari manusia sihir, yang banyak tekniknya yang aneh di zaman mereka.
Firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 102:
وَاتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِيْنُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَ ۚ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰكِنَّ الشَّيٰطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَآ اُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَ ۗ وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوْلَآ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۗ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهٖ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهٖ ۗ وَمَا هُمْ بِضَاۤرِّيْنَ بِهٖ مِنْ اَحَدٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ وَيَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ ۗ وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرٰىهُ مَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۗ وَلَبِئْسَ مَاشَرَوْا بِهٖٓ اَنْفُسَهُمْ ۗ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
Artinya: Mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa Kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kufur, tetapi setan-setan itulah yang kufur. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut. Padahal, keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan:
“Sesungguhnya kami hanyalah fitnah (cobaan bagimu) oleh sebab itu janganlah kufur!” Maka, mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan (sihir)-nya, kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Sungguh, mereka benar-benar sudah mengetahui bahwa siapa yang membeli (menggunakan sihir) itu niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Sungguh, buruk sekali perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir jika mereka mengetahui(-nya).
Baca Juga: Sejarawan: Peran Umat Islam dalam Kemerdekaan Terpinggirkan di Buku SejarahProf Dr Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir menjelaskan, tujuan dua malaikat ini sebenarnya adalah untuk mengajari manusia membedakan antara sihir dan mukiizat. Selain itu supaya mereka tahu bahwa ahli sihir yang mengaku nabi secara dusta sebenarnya adalah tukang sihir, bukan nabi.
Kedua malaikat ini mempelaiari sihir melalui ilham, tanpa guru, dan inilah yang dimaksud dengan اُنْزِلَ (penurunan) yang disebutkan dalam ayat tersebut. Tafsir Al-Munir menjelaskan bahwa sebenarnya dua malaikat itu adalah manusi yang saleh dan taat.
Orang-orang menyebut mereka malaikat karena keserupaan watak/sikap mereka dengan malaikat. Hasan al-Bashri membacanya al-malikaini (dengan huruf lam berharakat kasrah), karena kedua orang ini mirip raia dalam hal perangai dan dipatuhinya perkataan mereka.
Lalu, apa yang diturunkan kepada mereka berdua adalah sejenis sihir, tetapi bukan sihir itu sendiri. Terdapat syarat dan ketentuan sebelum orang-orang belajar sihir dari mereka.
Dalam mengajarkan sihir, mereka memberi peringatan terlebih dahulu. Setiap orang yang mereka ajari 'pasti diberi tahu dulu oleh mereka: "Kami hanyalah cobaan dan uiian dari Allah Azza wa jalla. Maka janganlah kau mengerjakan sihir dan janganlah meyakini bahwa ia dapat memberi pengaruh. Jika tidak kamu menjadi kafir.'
Dua malaikat itu juga menegaskan agar belajar sihir tanpa meyakini hakikatnya dan tidak memercayai bahwa ia dapat memberi pengaruh. Kedua malaikat ini berkata demikian demi menjaga baiknya keyakinan orang-orang terhadap mereka.
Baca Juga: Viral, Jenderal TNI Tembaki Sejumlah Kucing Liar di Sesko TNI(zhd)