Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home global news detail berita

Menkes Lakukan Upaya Cegah Stunting di Indonesia

hasanah syakim Jum'at, 12 Agustus 2022 - 21:39 WIB
Menkes Lakukan Upaya Cegah Stunting di Indonesia
Pemerintah terus berupaya menurunkan angka stunting (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melakukan tiga upaya intervensi untuk mencegah stunting di Indonesia, ketiga intervensi akan dimulai pada wanita belum kehamilan.

Menurut Budi, pihaknya ditugaskan untuk menurunkan angka stunting dari 24 persen menuju 14 pesen di tahun 2024.

"Kita sudah belajar bahwa intervensi atau program yang harus kita lakukan untuk bisa menurunkan stunting, fokus diarahkan bagi wanita sebelum melahirkan,” kata Budi dalam keterangannya dikutip Jum'at (12/8/2022).

Baca juga: Puan Ingatkan Pentingnya ASI Ekslusif Cegah Stunting pada Anak

Budi mengatakan, intervensi akan fokus diarahkan pada wanita sebelum melahirkan baik remaja kelas 7 keatas serta pada saat ibunya hamil itu adalah titik paling rawan menyebabkan stunting.

"Jadi upaya pertama pencegahan stunting adalah pemberian TTD bagi para remaja putri," ujar Budi.

Kegiatan ini dimulai dengan menggalakkan Aksi Bergizi di Sekolah dengan 3 paket intervensi yakni pemberian TTD mingguan bagi remaja putri, aktivitas fisik dan konsumsi makanan bergizi seimbang.

“Untuk remaja kita harus pastikan mereka tidak kekurangan gizi dan zat besi, jadi harus ada program untuk memastikan para remaja kita sebelum hamil tidak kekurangan zat besi. Salah satunya dengan pemberian TTD di sekolah-sekolah,” terangnya.

Lebih lanjut, Budi menerangkan intervensi kedua dengan pemberian TTD, pemeriksaan kehamilan, dan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil.

“Gizi dan zat besi pada ibu hamil harus tercukupi. Programnya adalah kita kasih makan yang cukup, untuk melaksanakan ini kita butuh bantuan Pemda," ungkapnya.

Baca juga: Ketum TP PKK Minta Orang Tua Perhatikan Asupan Gizi Anak dengan Batasi Makanan Instan

Selain itu, pihaknya juga memberikan USG ke seluruh puskesmas dan mewajibkan ibu-ibu datang minimal 6 kali selama 9 bulan.

"Hal tersebut untuk melihat perkembangan janinnnya cukup atau tidak. kalau tidak kita bisa segera lakukan intervensi,” terangnya.

Selanjutnya, upaya ketiga memberikan makanan tambahan berupa protein hewani pada anak usia 6-24 bulan. Di mana, protein hewani ini tidak perlu yang mahal. Ada banyak sumber protein hewani yang harganya terjangkau dan bisa didapatkan dengan mudah.

“Yang paling penting menurunkan stunting dengan menambahkan protein hewani seperti telur, ikan, ayam, daging dan susu. Terserah di masing-masing daerah yang tersedianya, yang penting protein hewani,” ujarnya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)