LANGIT7.ID, Jakarta - Sebuah
video viral di Instagram memperlihatkan dua benda bercahaya melintasi langit Pekanbaru, Riau. Informasi ini diunggah akun dengan handle @netizenseng.
Tak sedikit warganet mengira benda tersebut merupakan
meteor jatuh. Sebab, video itu diunggah tepat pada Sabtu (13/8/2022) bersamaan dengan fenomena hujan meteor Perseid yang dapat di saksikan di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Peneliti Pusat Riset Sains Antariksa,
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang mengatakan, benda bercahaya di langit Pekanbaru merupakan pecahan roket Ariane 5.
"Kami pastikan itu adalah pecahan roket Ariane 5 DEB R/B (SYLDA) dengan nomor katalog 39037 yang titik jatuhnya berada di daratan Kalimantan Barat pukul 21.43 WIB," kata Andi, kepada Langit7.id, Senin (15/8/2022).
Baca Juga: Ada Penampakan Hujan Meteor di Seluruh Indonesia, Ini JadwalnyaAndi menegaskan, lintasan arah jatuhnya bergerak dari barat ke timur, sesuai dengan orbit satelit ataupun roket yang mengorbit Bumi. Itu berlawanan dengan arah benda langit yang bersesuaian dengan rotasi Bumi yakni dari timur ke barat.
"Dari video terlihat ada beberapa serpihan yang berdekatan dan berderetan. Laju relatif lambat dibanding meteor dari benda alami meteor bergerak ke arah timur (ke arah bulan) ketinggian bulan bisa jadi sudah > 10 derajat," ucap Andi.
Adapun jalur lintasan sampah antariksa itu melewati sebagian wilayah Indonesia, khususnya meliputi Padang hingga ke Pekanbaru, dan sebagian Maluku.
Sebagai informasi, puing-puing sampah antariksa bekas roket Ariane-5 DEB (SYLDA) diluncurkan pada 19 Desember 2012 dengan membawa misi peluncuran satelit (SKYMET/MEXSAT).
Andi menuturkan, puing-puing bekas Roket Ariane-5 telah berada di orbit selama hampir 10 tahun. Semakin lama, efek durasi orbit kian landai maka puing-puing bekas roket tersebut masuk kembali (re-entry) dan terbakar di atmosfer.
"Di perkiraan puing roket tersebut telah habis terbakar dan tanpa menyisakan bagian puing-puing lainnya," ujar Andi.
(bal)