Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home masjid detail berita

3 Masjid Bersejarah yang Dibangun pada Masa Kolonial Belanda

mahmuda attar hussein Selasa, 16 Agustus 2022 - 13:15 WIB
3 Masjid Bersejarah yang Dibangun pada Masa Kolonial Belanda
Masjid bersejarah yang dibangun pada masa kolonial Belanda. (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 3 masjid bersejarah yang dibangun pada masa kolonial Belanda. Bangunan rumah ibadah ini menjadi saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia mengusir penjajah.

Sejumlah masjid bersejarah ini dibangun oleh Belanda. Fungsinya untuk tempat ibadah umat Islam pada masa itu dan berdiri hingga sekarang.

Masjid-masjid bersejarah ini tersebar di beberapa daerah. Baitullah ini menjadi saksi besarnya peranan ulama dalam upaya merebut kemerdekaan.

Bangunan rumah ibadah ini bukan sekadar untuk syiar Islam, tapi menggaungkan semangat masyarakat Indonesia meraih kemerdekaan dan mengusir penjajah.

Baca Juga: Merencanakan Jumatan di Masjid Bersejarah Zaman Kolonial

Inilah 3 masjid bersejarah yang dibangun pada masa kolonial Belanda dan menjadi saksi bisu perjuangan bangsa sampai detik-detik Proklamasi.

1. Masjid Cut Meutia

Sebelum difungsikan sebagai masjid, bangunan yang terletak di Jalan Cut Meutia No 1, Jakarta Pusat ini digunakan sebagai kantor pos, kantor dinas Kereta Api Belanda, dan kantor Angkatan Laut Jepang pada 1942-1945.

Saat Indonesia merdeka, bangunan dengan gaya arsitektur Art Nouveau sempat difungsikan sebagai kantor Urusan Perumahan, hingga Kantor Urusan Agama pada 1964 - 1970.

Begitu banyak zaman dan peristiwa sejarah yang terbungkam dalam bangunan yang kini difungsikan sebagai masjid. Masjid Cut Meutia baru diresmikan pada zaman pemerintahan Gubernur Ali Sadikin dengan surat keputusan nomor SK 5184/1987 tanggal 18 Agustus 1987.

Masjid Cut Meutia mampu menampung sekitar tiga ribu jemaah. Dengan salah satu keunikannya, yaitu mihrab yang diletakkan di samping kiri saf.

Juga posisi safnya yang miring dari bangunan masjidnya sendiri. Sebab, bangunan masjid tidak tepat mengarah kiblat.

2. Masjid Bujang Salim

Masjid tua lainnya ialah Masjid Bujang Salim yang dibangun pada 1921 silam. Bahkan pembangunan masjid ini juga disebut demi memperkuat persatuan dan kesatuan rakyat kala itu.

Masjid ini digagas golongan bangsawan kerajaan Nisam Teuku Rhi Bujang alias Teuku Bujang Slamat bin Rhi Mahmud. Dia adalah sosok pemberani yang ikut menentang kolonial Belanda dan merupakan pahlawan perintis kemerdekaan RI asal Nisam.

Perjuangan mendirikan salah satu masjid di Aceh ini pun sangat dramatis. Di mana Teuku Bujang yang menentang kolonial Belanda harus diasingkan ke Irian Jaya, bahkan sebelum peletakkan batu pertama.

Namun, semangat pembangunan masjid yang digagasnya itu terus dilanjutkan oleh masyarakat setempat. Hingga akhirnya terus diperluas dan statusnya menjadi Masjid Besar Bujang Salim pada tahun 1990.

3. Masjid Ar-Rahman

Berada di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Masjid Ar-Rahman dibangun pada era kolonial Belanda. Tepatnya sekitar tahun 1930.

Lahan seluas 300 meter persegi digunakan untuk mendirikan bangunan masjid itu. Ialah tanah wakaf milik seorang bangsawan Jawa bernama Raden Sastro Djaya Ningrat.

Raden Sastro Djaya Ningrat merupakan bekas kepala desa di Kota Pekanbaru. Diketahui, dia memerintah di tiga zaman, yakni zaman kolonial Belanda, zaman pendudukan Jepang, dan setelah kemerdekaan Indonesia.

Sejak itu, Masjid Ar-Rahman terus mengalami renovasi, di mana pada tahun 2006, Masjid Ar-Rahman diperluas setelah mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau. Setahun kemudian, Pemkot Pekanbaru turut melengkapi segala sarana dan prasarana pendukung untuk Masjid Ar-Rahman.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)