LANGIT7.ID-, Lahore - Kepolisian Lahore,
Pakistan, mendaftarkan kasus terhadap model Azbia Khan dan fotografer Zain Shah karena merekam video di dalam
Masjid Wazir Khan yang bersejarah tanpa izin resmi.
Laporan Informasi Pertama (FIR) yang diajukan oleh Muhammad Owais, seorang pejabat Otoritas Kota Bertembok Lahore (WCLA) pada 17 Agustus 2025 itu, menuduh keduanya tidak menghormati kesucian masjid dengan "pakaian yang tidak pantas" dan aktivitas komersial yang tidak sah.
Baca juga: 7 Masjid Bersejarah di Dunia yang Wajib Dikunjungi, Ada dari Indonesia, LhoDilansir Samaa Digital, Senin (25/8/2025), Owais menyatakan laporan tersebut dilakukan untuk melindungi kesucian masjid dan sebagai upaya untuk memastikan para terdakwa mendapat sanksi hukum.
Sumber kepolisian mengonfirmasi berupaya untuk menemukan dan menahan para tersangka, meskipun detail kontak mereka masih belum diverifikasi.
Pengurus masjid menyatakan ketidaksenangan sehingga mendorong tindakan hukum. Dr. Tahir Raza Bukhari, Sekretaris Auqaf, mengonfirmasi laporan telah diajukan dan WCLA sedang menindaklanjuti masalah tersebut.
Hal yang sama juga terjadi pada Agustus 2020, dimana laporan diajukan terhadap aktris Saba Qamar dan penyanyi Bilal Saeed atas dugaan perekaman video musik di masjid yang sama, yang menurut pihak berwenang melanggar kesuciannya.
Baca juga: Wisata Halal Guangzhou 2025: Panduan Lengkap Masjid Bersejarah dan 2 Destinasi Menarik dari Hong KongMasjid Wazir KhanMasjid Wazir Khan adalah masjid era Mughal abad ke-17 yang terletak di jantung kota Lahore. Masjid era Mughal ini dibangun atas perintah Wazir Khan, gubernur Punjab pada masa pemerintahan Kaisar Shah Jahan.
Masjid ini dibangun antara tahun 1634 dan 1641 sebagai bagian dari ansambel arsitektur mencakup pemandian Shahi Hammam yang bersejarah.
Saat ini,
Masjid Wazir Khan terdaftar dalam Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO.
Masjid
WazirKhan dikenal luas sebagai masjid dengan dekorasi paling mewah pada periode Mughal. Masjid ini juga popular karena ubin faience-nya yang rumit, yang dikenal secara lokal sebagai kashi-kari, serta dinding interiornya yang kaya akan hiasan fresko Mughal yang rumit.
Sejak 2009, situs ini menjalani restorasi ekstensif di bawah pengawasan Aga Khan Trust for Culture dan pemerintah Punjab, dengan dukungan tambahan dari Jerman, Norwegia, dan Amerika Serikat.
Baca juga: Masjid Agung Lahore Simpan Manuskrip Al-Qur'an Berusia Ribuan Tahun(est)