LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Agung Lahore menyimpan puluhan manuskrip Al-Qur'an dan berbagai buku, termasuk terjemahan Al-Quran, fatwa, dan komentar dalam berbagai bahasa. Beberapa manuskrip ini berasal dari tahun 200 hingga 1000 tahun yang lalu.
Masjid Agung Lahore dengan 21 kubah dan empat menara setinggi 165 meter adalah masjid terbesar ketujuh di dunia dan masjid terbesar di Republik Islam Pakistan. Di jantung Masjid ini adalah perpustakaan yang berisi artefak Islam kuno.
Dilansir
Iqna.ir, perpustakaan Masjid agung Lahore berisi lebih dari 80 manuskrip Al-Qur'an dan puluhan buku lainnya. Naskah-naskah ini dikumpulkan oleh upaya individu dan ditulis dalam berbagai aksara Persia dan Arab dan termasuk dalam periode dan sejarah yang berbeda.
Baca Juga: Sejarah Damai Kehadiran dan Persebaran Islam di Anak Benua IndiaPemilik beberapa manuskrip ini telah menggunakan air emas untuk melindungi dan mencerahkan naskah mereka. Beberapa salinan ini dikumpulkan dari Pakistan dan beberapa milik Afghanistan, Iran, Irak, Indonesia, Malaysia, dan Cina.
Berbagai garis dan adat istiadat naskah-naskah ini sama besarnya dengan berbagai versi Al-Qur'an. Air emas digunakan dalam salah satu manuskrip, dihiasi, dan disepuh emas dengan berbagai motif dan warna yang menunjukkan seni kaligrafi dan desain pada waktu yang berbeda.
Beberapa naskah ini masih benar-benar aman dan beberapa membutuhkan perlindungan dan perhatian khusus. Di samping manuskrip yang dipamerkan, sepotong kain sutra yang dilengkapi dengan ayat-ayat dari Al-Qur'an dapat dilihat, yang berasal dari abad ke-12 Hijriyah, dan menulis seluruh Quran di kain ini telah memakan waktu lebih dari empat tahun.
Baca Juga: Tips Menyiasati Kehadiran Mushalla dalam Rumah MungilPerpustakaan ini juga berisi beberapa buku tentang fatwa dan hadits mulia Nabi, yang memperkenalkan pengunjung pada aspek kehidupan peradaban Islam. Selain salinan Al-Qur'an yang indah, bagian lain dari perpustakaan ini termasuk model Masjid Nabawi, Madinah dan pertempuran Badar.
Model Masjid Nabawi meliputi masjid dan rumah-rumah Nabi dan Ahl al-Bayt. Dalam model kota Madinah, judul-judul daerah yang berbeda disebutkan di atasnya, dan model Pertempuran Badar, yang terjadi pada tahun kedua AH, ditunjukkan sedemikian rupa sehingga pengunjung merasa bahwa ia hidup di hari yang sama.
Baca Juga: Dewan Dakwah Kader Ribuan Dai Didik Umat di Pelosok Negeri(zhd)