LANGIT7.ID, Jakarta - Cerita di balik Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia berawal dari dijatuhkannya bom atom di Kota Hiroshima dan Nagasaki. Tak lama, Jepang pun menyerah di PD II.
Jelang kemerdekaan Indonesia terjadi perbedaan pendapat mengenai golongan muda dan tua mengenai waktu
proklamasi. Padahal aktivitas pergerakan tersebut sudah meyakini kekalah Jepang.
Bangsa Indonesia masih dijajah Jepang pada saat itu.
Peristiwa bom atom terjadi pada 6 Agustus 1945. Lalu pada 10 Agustus, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu, sehingga menjadi momen penting bagi Indonesia.
Ketika itu Sutan Syahrir, wakil dari golongan muda, mendesak Mohammad Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Namun usulan tersebut ditolak, sebab hal tersebut menjadi kewenangan PPKI.
Baca Juga: Masjid Istiqlal Akan Gelar Upacara Kemerdekaan Lintas AgamaGolongan muda menilai Pantia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI adalah organisasi yang dibentuk Jepang, meski anggotanya merupakan orang-orang pribumi, asli Indonesia.
Ketika itulah terjadi peristiwa besar, berlokasi di Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945. Mulanya pukul 04.00 WIB, golongan muda menggelar rapat di daerah Cikini 71 dan bersepakat membawa Ir Soekarno dan Muhammad Hatta ke luar kota, tujuannya untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan.
Keduanya dibawa ke Rengasdengklok. Golongan muda tak ingin kedua tokoh yang akhirnya menjadi Presiden dan Wakil Presiden pertama RI ini dipengaruhi pihak Jepang. Padahal inilah momen proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Kala itu, Soekarno-Hatta dibawa ke markas PETA, daerah Rengasdengklok, sekitar 15 kilometer dari Kedung Gede Karawang. Lalu ada kesepakatan antara golongan muda dan tua untuk deklarasi kemerdekaan di Jakarta.
Salah satu tokoh asal Jepang, Laksamana Maeda, mempersilakan rumahnya di Jalan Imam Bonjol No 1 Jakarta, untuk dijadikan tempat perundingan untuk penyusunan naskah proklamasi.
Naskah proklamasi disusun tiga tokoh yakni Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, serta Ahmad Subarjo. Kata dan kalimat dalam proklamasi awalnya ditulis dalam selembar kertas, lalu diketik oleh Sayuti Melik.
Teks bersejarah itu dibacakan sang proklamator, Ir Soekarno, di Jalan Pegangsaan Timur No 56, Jakarta pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB.
"Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. Soekarno/Hatta."
Berbagai Sumber(bal)