Tafsir Surat Al-Waqi'ah Ayat 77-80: Makna Al-Muthahharun
Andi MuhammadSelasa, 16 Agustus 2022 - 17:10 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Al-Qur'an sebagai kitab suci diartikan sedemikian sehingga terjaga kesuciannya dari sentuhan-sentuhan kotor, yakni akidah syirik. Hal tersebut semata-mata demi mengagungkan firman Allah Taala.
Menurut sebagian ulama fikih, terutama para Imam Madzhab berpendapat bahwa untuk menyentuh Al-Qur'an seseorang dibutuhkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Namun sebagian berpendapat tidak perlu, karena Rasulullah setelah bangun tidur langsung melakukan tilawah qur'an.
Pendapat tersebut disandarkan pada Al-Qur'an dan Hadis sebagai sumber utama hukum Islam seperti disebutkan dalam ayat Al-Qur'an surat Al-Waqi'ah ayat 77-80:
Artinya: "Sesungguhnya dia adalah Al-Qur'an yang mulia. Di dalam kitab yang terpelihara. Tidak boleh menyentuhnya selain orang yag suci, wahyu yang turun dari Tuhan semesta alam"
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa sebagian ulama dikatakan sebagai orang yang suci dari hadas besar ataupun hadas kecil. Selanjutnya, Ibnu Katsir juga menukil riwayat dari Ibn Umar radiallahu anhu yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw melarang membawa Al-Qur'an ke daerah musuh.
Larangan tersebut dengan alasan khawatir dipegang oleh orang yang tidak jelas apakah dia suci dari hadas. Hal tersebut mengindikasikan yang dimaksud muthahharun dalam ayat 80 ialah orang-orang yang suci dari hadas.