Mengenal Turkish Coffee, Apa dan Bagaimana Menyeduhnya
ajeng ritzkiRabu, 19 Januari 2022 - 08:50 WIB
Menyajikan kopi Turki Foto: Langit7.id/Istock
Turkish coffee atau kopi Turki, sepertinya bukan hal asing bagi penggemar kopi. Ini adalah metode seduh kopi, salah satu yang tertua dalam sejarah penyeduhan.
Jauh sebelum alat-alat manual diciptakan, Turki sudah memiliki cara tersendiri untuk meracik minuman kopi, yakni menggunakan pot khusus yang dikenal dengan cezve (diucapkan “jezz-va”).
Turki termasuk deretan negara yang mengenal kopi, begitu tumbuhan ini ditemukan di Habsyi atau Ethiopia. Ada ragam versi tentang sejarah kopi masuk Turki pertama kali, namun yang paling banyak dituturkan adalah versi ini.
Alkisah pada 1540 seorang Gubernur era Utsmani (Ottoman) bernama Ozdemir Pasha mengetahui ada minuman baru di wilayahnya yang terbuat dari biji kopi. Setelah mencicipi, ia pun mengenalkannya kepada Raja Sulaiman.
Minuman ini ternyata membuat Raja terkesan. Kopi pun disahkan sebagai minuman resmi kerajaan. Setelah itu kopi pun menyebar ke penjuru Turki, lalu masuk ke Indonesia kemudian ke daratan Eropa.
Kemudian pada 1955, Kaveh Kanes atau kedai kopi pertama buka di Instanbul pada 1955. Saat itu kedai kopi kuno Turki telah mempekerjakan ahli khusus peracik kopi yang dijuluki kahveci usta
Pada zaman ini pula kopi dianggap sebagai komoditi paling berharga di Turki. Beberapa catatan menyatakan hukum pada masa itu bahkan memberi hak kepada para wanita untuk menceraikan suami jika para suami tersebut tidak bisa menyuplai kebutuhan kopi sehari-hari.
Cara Meracik Tentu saja ada banyak cara dan versi membuat Turkish Coffee, namun yang jadi rekomendasi kali ini adalah racikan milik Cemil, seorang master Turkish Coffee senior yang telah meracik kopi tradisional khas Turki ini selama lebih dari 53 tahun. Cemil adalah pemilik kedai Mandabatmaz, salah kopi tradisional cukup tersohor di Istanbul.
Alat-alat yang dibutuhkan:
∙ Cezve (Turkish pot)
∙ Air
∙ Bubuk kopi
∙ Gula
∙ Stove
∙ Pemanas / gas burner
∙ Wood stirrer
Tahapan:
-Bilas cezve dengan air hangat untuk membersihkan sisa-sisa residu sebelumnya. -Masukkan 5 sendok bubuk kopi yang digiling halus, dengan level kehalusan yang setara atau bahkan lebih dari espresso. -Masukkan 3 sendok gula (atau tergantung seberapa manis kopi yang diinginkan). -Tambahkan air panas bersuhu sekitar 75°C – 80°C untuk meleburkan bubuk kopi dan gula, cukup isi hanya sampai setengah pot. -Aduk kopi, gula dan air dengan merata sebelum dipanaskan di atas -Tambahkan air panas hingga memenuhi hampir seluruh pot. -Panaskan kopi di atas Namun penting untuk menjaga agar kopi tidak sampai mendidih. Kunci dari Turkish coffee adalah ketika ia sudah membentuk foam cukup tebal di atas permukaannya (yang biasa terjadi di level suhu 70°C), jadi jangan pernah memanaskan Turkish coffee hingga mendidih. -Siapkan cangkir dengan memanaskannya terlebih dahulu sebelum menuangkan kopi. - Singkirkan cezve dari pemanas ketika gelembung (pertanda kopi akan segera mendidih) mulai muncul di permukaan. -Tuangkan kopi ke dalam cangkir yang sudah disiapkan. Sajikan.
Berikut video sang master Kopi Turki senior, Cemil, yang ditayangkan di kanal seorang barista tersohor asal Jerman, Dritan Asela
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”