Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 17 Oktober 2026
home lifestyle muslim detail berita

Mengenal Istilah Kain Burdah, Kerap Digunakan Nabi Muhammad SAW

ummu hani Jum'at, 19 Agustus 2022 - 18:43 WIB
Mengenal Istilah Kain Burdah, Kerap Digunakan Nabi Muhammad SAW
Ustadz Abdul Somad kerap memakai kain burdah yang berada di pundaknya (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketika ingin beribadah di masjid atau menghadiri acara keagamaan, sebagian umat Muslim sering kali menggunakan kain yang dikalungkan di pundak. Faktanya, ini ternyata salah satu cara berpakaian Nabi Muhammad SAW.

Umumnya masyarakat Indonesia mengenalnya sebagai kain burdah. Namun menurut penjelasan Ustadz Abdul Somad (UAS) burdah sebenarnya istilah dalam penggunaan kain sorban.

Baca juga: Punya Ciri Khas Sendiri, Begini Gaya Pakaian UAS saat Berdakwah

"Kalau sorban diletakkan di tengkuk, namanya burdah. Nabi Muhammad SAW menggunakan burdah berwarna hijau. Kalau diletakkan di kepala wuthrah. Sementara kalau dibulatkan dan diikat di kepala namanya imamah," ujar UAS sambil mempraktekkan penggunaan sorban, dalam ceramahnya, dikutip Langit7.id melalui akun YouTube Ahlussunnah Wal Jama'ah, Jumat (19/8/2022).

UAS menuturkan, penggunaan kain sorban merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW. Pada zamannya Rasulullah menggunakan kain sorban di berbagai momen.

"Seperti salah satunya Rasulullah ketika masuk kota Mekah menggunakan imamah. Jadi soal sorban, haditsnya hadits shahih (jelas)," turur UAS.

Baca juga: Tausiah Kebangsaan UAS: Penjajahan Bertentangan dengan Hak Asasi Manusia

Menurut penjelasan kamus istilah Al Maany, burdah atau burdatun berarti kain selimut dari bulu hitam. Sementara menurut Ibnu Sayidih kata Burdah itu berasal dari kata al-Burdu yaitu baju yang bergaris-garis, dan orang Arab mengkhususkannya untuk hiasan.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 17 Oktober 2026
Imsak
04:05
Shubuh
04:15
Dhuhur
11:42
Ashar
14:48
Maghrib
17:49
Isya
18:58
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan