LANGIT7.ID, - Jakarta -
Rumah tumbuh merupakan konsep membangun rumah dengan anggaran yang dilakukan secara bertahap dengan anggaran yang sudah ditentukan. Konsep ini menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang ingin membangun namun mempunyai bujet terbatas.
Pun begitu, ada sejumlah kiat dalam membangun sebuah rumah tumbuh. Melalui rilis pers, Project Coordinator Pinhome Teodorus Indrasatriantoro membagikan beberapa tips terkait
pembangunan rumah tumbuh.
Menurutnya, membangun sebuah rumah tumbuh membutuhkan tahapan yang tepat supaya prosesnya bisa berlangsung secara harmonis dan menghasilkan rumah tinggal yang baik dan senada.
Baca juga: Upah Harian Tukang Bangunan, Hitung Dulu sebelum Renovasi Rumah Tahapan yang harus dilakukan ketika berencana membangun rumah tumbuh menurut Indra adalah sebagai berikut:
1. Menentukan arah perluasan rumah tumbuh
Pastinya pemilik rumah harus menentukan terlebih dahulu arah pembangunan rumah tumbuh sedari awal, apakah akan dibangun secara vertikal atau horizontal.
2. Membuat rencana anggaran bangunan secara detail
Pemilik rumah harus membuat rencana anggaran pembangunan secara detail dengan mempersiapkan dana yang dibutuhkan, supaya pembangunan berjalan sesuai rencana dan menghindari
over budget.
3. Menentukan skala prioritas ruangan yang ingin dibangun
“Skala prioritas yang dimaksud adalah jumlah ruangan, ruangan apa saja, ke depannya mau seperti apa,” kata Indra.
Sementara itu, Interior Design Expert Pinhome Shania Tahir menambahkan beberapa tips yang harus diketahui sebelum membangun rumah tumbuh yakni bertemu dengan expertise dalam perencanaan pembangunan rumah seperti arsitek, kontraktor atau konsultan sipil dan interior desainer, serta merencanakan waktu pembangunannya.
Baca juga: Tips Ciptakan Hunian Pintar Hemat Kantong ala Revano Satria“Baiknya semisal, mau mulai bangun rumah di tahun 2013 dan budget yang dimiliki hanya untuk satu kamar, namun ada gambaran untuk melanjutkan pembangunan di 2020 dan penambahan sebanyak dua kamar, rencana ini harus disampaikan ke arsitek supaya bisa direncanakan layout rumah idealnya seperti apa. Kalau mau rumah bertingkat, mau tingkat berapa juga harus disampaikan ke konsultan sipilnya supaya pondasinya diukur dan disesuaikan agar kuat,” tutur Shania.
(est)