LANGIT7.ID, Jakarta - Beberapa di antara pelaku usaha mengeluhkan produk dagangnya sulit laku di pasaran. Bisa jadi Sahabat Langit7 melakukan sebuah kesalahan yang membuat produk dagang menjadi tidak laku.
Kesulitan mungkin disebabkan karena produk tersebut sedang tidak menjadi prioritas di pasaran atau pun dipasarkan di wilayah yang tidak tepat. Maka jangan asal berjualan sebelum memahami betul seluk-beluk usaha yang dijalankan.
Baca juga:
Manajemen Waktu Jadi Faktor Penting Menjalankan BisnisInternet Marketer atau yang sering disebut Dosen Jualan, Suryadin Laoddang mengatakan,
shifting produk memang menjadi kebutuhan pokok yang harus dilakukan, apalagi disaat pandemi seperti ini. Hal ini dilakukan demi menjaga perkembangan usaha agar tidak berdampak, baik bagi pelaku maupun usahanya.
“Jangan sampai produk yang kita jual itu nantinya malah menjadi tier ketiga. Karena penting mengetahui kebutuhan utama dari konsumen di pasaran,” ujarnya dalam Webinar Jualan Laris Produk Apa Saja di Internet, Rabu (11/8).
Selain
shifting produk, pelaku usaha juga perlu mengetaui soal
shifting pasar. Artinya, selain memahami kebutuhan konsumen, perlu juga dipahami soal letak demografis di wilayah mana produk itu banyak dicari.
Baca juga:
Jangan Asal Posting Dagangan, Ini Tips Laris Berjualan Online
Untuk itu, hal pertama yang wajib dilakukan pelaku usaha dalam hal ini adalah mengetahui permintaan konsumen dan menentukan pasar. Hal termudah untuk menemukan jawaban kedua hal ini adalah dengan melihat apa yang sedang menjadi tren dan viral belakangan di internet.
“Berbicara internet memiliki makna yang luas, sehingga semua yang berkenaan dengan kemudahan bisnis bisa dilakukan. Seperti trending di media sosial, atau pun mencarinya melalui google,” ujarnya.
Selain itu, muslim kelahiran Sulawesi Selatan ini mengingatkan, untuk menentukan sebuah inovasi produk bukan berasal dari ide yang ada pada pelaku usaha. Tapi menjawab dari apa yang dibutuhkan konsumen.
“Terkadang kita sering terjebak bikin turunan produk dari ide yang ada dalam pikiran kita. Padahal jualan itu harus berdasarkan kebutuhan konsumen, apa yang mereka cari dan butuhkan, bukan dari apa yang ada di kepala kita,” ujarnya.
(zul)