LANGIT7.ID, Jakarta - Memahami seluk beluk bisnis online merupakan hal yang wajib dikuasai oleh para pelaku usaha. Terutama bagi mereka yang sudah menjalankan sebuah usaha dalam kurun waktu tertentu tapi belum juga mengalami perkembangan.
Dosen Jualan atau Om DJ, Suryadin Laoddang mengatakan, faktor penunjang untuk berjualan online terkadang tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pelaku usaha. Sehingga, sekali pun telah melakukan jualan dan menawarkan produk ke banyak tempat di internet masih juga belum bisa laris terjual.
Berikut ini adalah tips dari Om DJ dalam memanfaatkan faktor pendukung jualan online agar dagangan bisa laris terjual.
Manfaatkan kontak WhatsAppUntuk bisa laris berjualan, pelaku usaha perlu memanfaatkan kontak yang dimiliki dalam ponsel mereka. Namun, dalam hal ini kuantitas saja tidak cukup, tapi juga perlu adanya kualitas dari target konsumen.
“Kesalahan selama adalah kontak WA sudah banyak tapi tidak berkualitas. Kontak WA itu ada empat kelompok. Kelompok pertama terdiri dari tetangga, kelompok kedua isinya teman, kelompok ketiga itu keluarga, dan kelompok keempat isinya barisan para mantan,” kata dia Webinar Jualan Laris Produk Apa Saja di Internet, Rabu (11/8).
Baca juga:
Ini Kekuatan Sedekah Kaitannya dengan BisnisMenurutnya, dari keempat kelompok tidak ada yang benar-benar menjadi rekomendasi baik untuk berjualan. Sebab, jika diperhatikan keempat kelompok itu adalah kelompok orang yang memiliki kedekatan khusus dengan penjual, sehingga terkadang menjadi penyebab sulitnya berkembang suatu usaha.
“Cara memperbanyak kontak WA yang baik adalah perlunya melakukan promosi iklan di media sosial yang memancing orang untuk menyimpan nomor WA kita, atau sebaliknya. Bisa kita lakukan di instagram atau facebook, kita lihat mana orang-orang yang menjadi target pasar kita, disitulah kita laukan pertemanan dengan mereka,” ujarnya.
Jangan sering posting konten jualanPelaku usaha yang menggunakan pasar online dalam berjualan seringkali ditemukan memiliki konten yang isinya penuh dengan barang dagangan. Padahal hal ini cukup keliru, sekali pun kita memang berjualan tapi penting untuk diingat agar menghadirkan konten yang variatif agar bisa mendapatkan engagement dengan calon konsumen.
Baca juga:
Tips Memulai Toko Online Pertama“Posting yang sifatnya tidak terang-terangan jualan, karena esensinya orang malas kalau ditawarkan produk jualan. Contohnya bisa kita isi dengan tips atau khasiat dari sebuah bahan alami yang terkandung dalam sebuah produk, nanti di ujungnya secara halus disematkan produk dagangnya,” ujarnya.
Google sebagai solusiBanyak sekali fitur dari google yang mampu menjawab persoalan dalam urusan bisnis, mulai dari menentukan produk, mencari penyuplai sampai mengetahui di mana pasar yang tepat untuk sebuah produk. Namun, kebanyakan orang masih belum mengetahui cara melakukan riset yang tepat dengan google.
Kolom pencaraian google bisa dijadikan alat untuk melakukan riset awal. Dengan mengetik kata kunci tertentu di kolom pencarian, rekomendasi dari google akan muncul mengenai hal yang berkaitan dengan kata kunci yang dicari, maka itulah yang bisa dijadikan acuan sebagai ide untuk memulai usaha.
Selain itu, google trends juga bisa digunakan untuk mengetahui produk apa yang sedang dicari secara aktual dan di wilayah mana produk tersebut dibutuhkan. Ini tentu berkaitan dengan kebutuhan dan penyesuaian bagi pelaku usaha jika ingin melakukan shifting produk atau pun shifting market.
“Google maps juga bisa digunakan, tentu untuk mengetahui sebuah lokasi pabrik, distributor, agen grosir dan lainnya jika usaha kita memang berkaitan dengan penyuplai besar. Jadi di zaman modern ini tidak ada yang namanya kesulitan dalam usaha, karena semua sudah dijawab oleh google,” imbuhnya.
(zul)