LANGIT7.ID, Jakarta - Kelompok advokasi hak asasi manusia Islam, Muslim Rights Concern (MURIC), mengungkapkan bahwa Pemerintah Born, Negara Bagian Nigeria telah menghancurkan 11 masjid. Selain itu ada empat rumah ibadah lainnya yang dirobohkan karena alasan serupa.
MURIC menyebut, fakta ini terungkap setelah dilakukan investigasi pada 29 Mei 2019. Tim mengunjungi masing-masing lokasi di mana masjid-masjid dibongkar, mewawancarai penduduk dan mengumpulkan foto-foto dan data yang menunjukkan adanya bekas pembongkaran masjid.
Pemerintah menyatakan pembangunan masjid menyalahi aturan yang disetujui dalam sertifikat tempat tinggal, yang sesuai dengan Laporan Putih Pemerintah 2010 sebagai tanggapan atas pemberontakan Boko Haram 2009.
Laporan Putih Pemerintah 2010 melarang keras konversi rumah tinggal apa pun ke tempat ibadah, di semua bagian Negara Bagian Borno. MURIC menemukan dua masjid dibongkar oleh BOGIS pada 11 Maret 2020, di sekitar Fato Sandi, di belakang Departemen Pekerjaan di Maiduguri.
Masjid itu tidak jauh dari kediaman Shehu Borno, Wakil Presiden Dewan Tertinggi Nigeria untuk Urusan Islam (NSCIA).
"Dua masjid kembali dibongkar oleh BOGIS pada hari yang sama (11 Maret 2020), di Kompleks Musami lama sepanjang Jalan Jos di Maiduguri. Sekali lagi, sebuah masjid dihancurkan pada hari yang sama di seberang bekas NITEL,” dikutip The Newspaper Online.
Masjid lain dibongkar pada 15 April 2020 di sepanjang Jalan Kano, yang berdampingan dengan Bulumkutu, Perusahaan Distribusi Listrik Yola (YEDC). Dua masjid kembali dihancurkan, satu di dekat sebuah hotel di Galadima dan satu lagi dekat Timber Shade di sepanjang Jalan Baga.
"Penyelidik kami selanjutnya menemukan bahwa lima masjid lain secara mencolok berlokasi di Bundaran Pabean di bagian barat Jalan Maiduguri-Bama juga dibongkar oleh BOGIS pada 23 Januari 2020, untuk apa pemerintah disebut mengesampingkan kepentingan publik."
Ke-11 masjid dibongkar baik karena melanggar keperluan hunian maupun untuk mengesampingkan kepentingan umum. Dari 11 masjid yang dibongkar, lima di antaranya untuk mengesampingkan kepentingan umum.
Sementara enam lainnya dinyatakan melanggar aturan perumahan, sedangkan keempat gereja yang dihancurkan (termasuk EYN) karena mengubah rumah tinggal menjadi gereja, dengan cara yang sama enam masjid dibongkar.
(bal)