LANGIT7.ID, Jakarta - Musim haji menjadi momen bagi Rasulullah memperluas syiar Islam kepada para peziarah yang datang ke Mekkah. Rasulullah biasa pergi ke lembah Mina, tempat para jamaah berkemah selama lima hari.
Di sana, Rasulullah mengunjungi berbagai kelompok menawarkan Islam kepada mereka. Beliau shallahu alaihi wasallam membacakan ayat-ayat Alquran seolah-olah beliau merasa digerakkan untuk membacanya.
Saat itu, Rasulullah ditemani Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib menelusuri perkampungan Zhuhul dan Syaiban putera Tsa’labah. Rasulullah menjelaskan Islam kepada mereka. Abu Bakar pun berdialog dengan orang-orang dari Bani Zhul dan Bani Syaiban.
Hidayah ternayata belum menyapa mereka. Rasulullah kemudian beralih menuju Aqabah, tak jauh dari Mina. Enam pemuda dari kabilah Khazraj, Yatsrib (Madinah saat ini) sedang mengobrol saat Nabi datang kepada mereka.
Nabi tak mengenal siapa mereka, tapi enam orang ini bisa jadi penyebar dakwah Islam di wilayahnya. Lewat enam pemuda inilah kemudian Madinah kelak menjadi kota yang terbuka sebagai tujuan hijrah dan dakwah Nabi pada 622.
Keenam orang itu ialah As’ad ibn Zurarah, Auf ibn Harits, Rafi’ ibn Malik, Quthbah ibn Amir, Uqbah ibn Amir dan Jabir ibn Abdullah.
Mereka ternyata telah mengetahui kerasulan dan pribadi Muhammad. Keenamnya langsung menyambut dakwah Nabi sebagaimana seseorang yang rindu menanti kedatangan kekasihnya.
“Sungguh orang ini adalah Nabi yang akan datang kepada kita seperti yang dijanjikan orang-orang Yahudi. Jangan sampai mereka menemuinya pertama kali,” kata salah seorang di antara mereka.
Selain itu, mereka memandang Rasulullah bisa menjadi juru damai atas konflik antarsuku yang selama ini terjadi di Yatsrib. Pemuda-pemuda ini merasa jengah dengan keadaan sampai harus pergi meninggalkan kaumnya.
“Sekarang kami akan pergi mengajak mereka menerima agamamu seperti kami. Jika Allah mempersatukan mereka karenamu, maka tidak ada orang yang lebih mulia daripada dirimu,” kata salah satu pemuda.
Keenam orang itu bersaksi akan kebenaran Islam dan berjanji menunaikannya. Mereka juga berjanji akan kembali pada musim haji berikutnya dengan membawa lebih banyak orang. Sekembalinya mereka ke Yatsrib, mereka mendakwahkan Islam dan nama Muhammad pun mencuri perhatian banyak orang.
(bal)