LANGIT7.ID, Semarang - Sejak era 90’ an hingga saat ini, usaha distro masih cukup menjanjkan. Pakaian yang dibuat secara terbatas dan sangai ikonik itu tetap menjadi incaran bagi kawula muda, yang ingin tampil lebih modis dan percaya diri.
Meski harganya agak sedikit mahal, tapi anak-anak muda cenderung lebih suka menikmati kaos buatan distro karena lebih ikonik, ketimbang beli di mal.
Di Semarang, banyak
clothing line yang menjadi pemasok sejumlah distro. Salah satunya dilakukan Renji, pemuda asal Kota Semarang yang merasa tertantang untuk berbisnis
clothing line, setelah melihat produk “Teras Rumahmu”.
Tidak seperti kaos distro pada umumnya, Teras Rumahmu ini lebih banyak bermain kata-kata. Di Channel Youtube Semarang Pemkot, Renji mengaku memilih menekuni
clothing line, untuk mengisi waktu laung, mencari kesibukan usai lulus SMK.
“Awal mula lihat distro, ada kaos dengan gaya desain yang simpel, seperti brand Teras Rumahmu. mereka main di kata-kata. Kemudian coba saya terapakan di kaos Kata Cerita,” ucap Renji.
Brand Kata Cerita ini baru dirilis ke pasar pada Mei 2020, saat masih dalam kondisi Pandemi Covid-19. Akan tetapi, hal itu tidak membuat Renji khawatir, bisnisnya tersebut bakal kandas, karena dia berpikir positif.
Prinsipnya, ketika usia masih muda, semua usaha layak untuk dicoba. “Kita tidak memikir sejauh itu (pandemi). Kita coba dulu bagaimana respons pasar. Setelah kita tahu. Kita lihat. Kan, kalau pademi begini, banyak (orang) menyimpan duit. Tetap ada yang menghabiskan untuk beli barang lain, kita harus coba dulu,” ucapnya.
Baca juga:
Hidup dari Louhan, Muslim Asal Bogor Sekolahkan Anak hingga S2Dalam menjalankan bisnisnya, ia bekerjasama dengan Arifin, pemilik Hao Apparel. Lewat Hao Apparel ini, kaus edisi terbatas yang dibuat berdasarkan preorder ini akan diproduksi. Sejauh ini, baru ada 9 artikel yang dirilis, di antaranya “Ciptakan Harapan, dari Lingkungan sekitarmu,”.
Kemudian juga ada “Jangan Menyerah, Kamu Pasti Bisa” , “Apapun Masalahmu, Harus Kuat” dan “Ga usah sok akrab” serta “kgn”, atau kependekan dari kangen.
Ranji mengaku akan terus melakukan inovasi, salah satunya dengan mulai bermain parodi kata-kata. Artikel yang telah dibuat sebelumnya diparodikan. Di antaranya memlesetkan sampul cover album "Never Mind Nirvana", yang bergambar bayi berenang, diubah menjadi gambar kucing, bertuliskan "Kucheng, adalah majikanku" berbahan cotton combed 24s.
“Pangsa pasar kami ini adalah remaja. Penjualan lewat media sosial dan toko online. Soal tantangan? Banyak, pertama kita harus cari pasar. Mengeluarkan produk ini, ada yang beli tidak?. Sampai saat ini sudah terjual puluhan kaus,” ceritanya.
(sof)