LANGIT7.ID, Sukoharjo - Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Sukoharjo adalah satu-satunya pesantren yang memiliki Observatorium dan Planetarium di Indonesia. Berawal dari bantuan peralatan laboratorium sains termasuk astronomi, Assalaam kini telah memiliki observatorium yang menjadi standar nasional.
Pengasuh dan Kepala Laboratorium Astronomi PPMI, Ustadz AR Sugeng Riyadi, memiliki visi besar dalam mengembangkan ilmu astronomi di pesantren modern yang terletak di Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah itu.
Dia menjelaskan, saat peradaban Islam berjaya pada abad pertengahan, para ilmuwan muslim rata-rata menguasai ilmu astronomi. Itu karena astronomi merupakan ilmu yang diturunkan langsung dari Al-Qur'an dan sunnah.
Baca Juga: Menilik Observatorium Ponpes Assalam, Dari Pesantren Mengamati Antariksa
"Kalau kita melihat masa lalu, peradaban Islam sempat jaya. Hampir semua ilmuwan muslim itu ahli astronomi. Ibnu Rusyd, Al-Khawarizmi. karena astronomi ini kan sebenarnya turunan dari ayat al-Qur'an," kata Sugeng kepada LANGIT7.ID, Senin (29/8/2022).
Namun anehnya, astronomi tidak masuk ke dalam kurikulum pendidikan nasional. Padahal, ibadah-ibadah wajib dalam Islam seperti shalat, puasa, zakat, dan haji tidak bisa dilakukan tanpa astronomi.
"Ada perintah wajib shalat, puasa, haji, itu terpengaruh astronomi. Coba, orang tidak tau ilmu astronomi, maka tidak tau menentukan kapan haj, menentukan ramadhan kapan, shalat juga. Shalat harus menghadap ke mana? itu harus astronomi," ujar Sugeng.
Di sisi lain, ilmu astronomi juga bisa digunakan untuk menjelaskan mukjizat Rasulullah yang sulit diterima akal. Dia mencontohkan peristiwa Isra' dan Mi'raj. Selama ini, umat Islam hanya diminta untuk mengimani saja tanpa ada penjelasan ilmiah.
"Sampai detik ini belum ada yang bisa menjelaskan isra mi'raj itu seperti apa? Pasti orang mengatakan, isra miraj iman saja. Tapi dengan pendekatan astronomi, astronomi yang paling bisa menjelaskan," ujar Sugeng.
Dalam peristiwa itu Rasulullah SAW digambarkan mengendarai buroq. Buroq sering diasumsikan sebagai kuda bersayap. Padahal. Al-Qur'an sudah menjelaskan makna buroq. burq berasal dari kata barqun yang berarti kilat yang menyambar.
Artinya, buroq merupakan 'pesawat' dengan bahan bakar cahaya secepat kilat. Kecepatan cahaya minimum 300 juta meter per detik. itu minimal Dalam Al-Qur'an disebutkan malaikat bisa memiliki dua sampai 4 sayap. Artinya, tinngal dikalikan 300 juta meter per detik.
Baca Juga: Dari E-Learning hingga Observatorium, PPMI Assalaam Sudah Go Digital Sejak Tahun 2000
Ini bisa menjelaskan Rasulullah bisa menembus ribuan galaksi hanya dalam satu malam saja. Galaksi Bimasakti saja membutuhkan 30 ribu tahun untuk sampai ke pusat. Belum lagi galaksi yang berjumlah miliiaran itu.
"Nah, yang namanya galaksi bima sakti saja pusatnya itu 30 ribu tahun. kok bisa semalam? bingung. Belum lagi galaksi yang berjumlah miliaran. Cuma astronomi yang bisa menjelaskan," ujar Sugeng.
(jqf)