Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 27 April 2026
home sosok muslim detail berita

Mustofa Kamal Pasha, Perintis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Muhajirin Kamis, 01 September 2022 - 15:35 WIB
Mustofa Kamal Pasha, Perintis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Mustofa Kamal Pasha (foto: umy.ac.id)
LANGIT7.ID, Yogyakarta - Nama Mustofa Kamal Pasha lebih dikenal sebagai bapak sekulerisme Turki. Namun ternyata ada Mustofa Kamal Pasha lain yang mendirikan Universitas Muhammadiyah. Dia tak banyak dikenal namun namanya familiar di kalangan aktivis pendidikan Muhammadiyah. Pada 1981, bersama teman aktivis Muhammadiyah, dia memprakarsai berdirinya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Usahanya tidak sia-sia, UMY berkembang pesat hingga saat ini. Sejak berdiri, dia menjadi dosen di berbagai fakultas. Beberapa jabatan tinggi pernah dipegang, di antaranya menjadi Pembantu Rektor III bidang Kemahasiswaan.

Mustofa Lahir di Yogyakarta pada 17 Januari 1939. Sejak kecil hingga perguruan tingg, Mustofa sudah dekat dengan lembaga pendidikan Muhammadiyah. Setelah tamat di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, dia meneruskan pendidikan ke Fakultas Tarbiyah jurusan Pendidikan Agama (PA) sampai tingkat Bakalauret (tingkat Sarjana Muda).

Baca Juga: 7 Universitas Muhammadiyah Terbaik di Indonesia, Pilihan untuk Lanjut Kuliah

Setelah itu, dia melanjutkan pendidikan di tingkat doktoral II jurusan Pendidikan Umum di FKIP Muhammadiyah Yogyakarta. Terakhir, gelar Sarjana Muda dan Sarjana diraih di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada 1978 dan 1980.

Kiprah di Lembaga Pendidikan Muhammadiyah

Mustofa mulai mengabdi sebagai guru tidak tetap di PGA Negeri VI Yogyakarta dan SPG Muhammadiyah I Yogyakarta pada 1963. Pada 1966, dia diangkat sebagai guru negeri yang diperbantukan di SPG Muhammadiyah I Yogyakarta (Kini SMU Muhammadiyah 7) sampai 1995.

Pada 1980, dia menjadi salah satu perintis yang memprakarsai berdirinya SMA Muhammadiyah khusus putri (kini SMU Muhammadiyah V Putri). Sekira 1963 sampai 1995, dia juga pernah menjadi guru di berbagai sekolah seperti di Madrasah Mu’allimin dan Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah, SMA Muhammadiyah II, SMA Muhammadiyah V Putri dan di SPK Aisyiyah Yogyakarta.

Kiprah Organisasi Mustofa Kamal Pasha

Mustofa juga merupakan sosok aktivis yang aktif di dunia organisasi. Dia pernah menjadi Ketua HMI Komisariat Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada 1963, dia terpilih sebagai anggota Dewan Mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga.

Pada tahun yang sama, dia memprakarsai berdirinya Ikatan Keluarga Mahasiswa Abituren Mu’allimin Mu’allimat Muhammadiyah (IKMAMMM), dan menjabat sebagai sekretaris. Dia lalu diangkat menjadi ketua saat Djamhani Hadi meninggal dunia.

Baca Juga: Jejak Keturunan KH Ahmad Dahlan di Thailand, Rahasiakan Identitas agar Tak Diistimewakan

Di lingkungan Muhammadiyah, dia mulai berkiprah pada 1966. Dia terpilih sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Yogyakarta masa bakti 1966-1969. Pada tahun yang sama dia menjadi anggota PDM Yogyakarta Majelis Pendidikan dan Pengajaran. Pada periode berikutnya, dia menjadi Sekretaris Majelis tersebut sampai tahun 1986.

Mustofa memang dikenal sangat aktif di tubuh Muhammadiyah. Akhirnya, dia ditunjuk sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (DIY periode 1985-1990. Pada periode 1990-1995, beliau terpilih menjadi Ketua Majelis Tabligh PWM DIY.

Ketika menjadi ketua Majelis Tabligh ini, banyak terobosan yang dia lakukan untuk memperluas areal dakwah ditengah masyarakat. Di antaranya bulletin Risalah Jum’at. Buletin itu disebar di seluruh wilayah DIY Yogyakarta.

Pada periode 1995-2000, Mustofa Kamal Pasha ditunjuk sebagai Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kebudayaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY. Selepas itu, pada periode 2000-2005, dia menjadi anggota Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sampai akhir hayatnya.

Akhir Hayat

Mustofa Kamal Pasha wafat pada 2 Juli 2004. Dia meninggalkan seorang istri, Sudjanatin, yang dinikahi pada 1968. Dari pernikahannya dikaruniai lima orang anak yaitu Dra Erni Milawati Sulistyadewi, Arif Sulistyawan Widodo, SE, Latif Sulistianto Nugroho, ST, Endah Rahmi Sulistyarini, SE dan dr Fitri Kamalia A.

Baca Juga: UMY Lepas 1.440 Wisudawan, Begini Pesan Rektor

Selain itu, dia juga meninggalkan karya tulis di antaranya Akhlak Sunnah, Fikih Islam, Muhammadiyah Sebagai Gerakan Islam, Fiqh Sunnah, Libasut Taqwa, Qalbun Salim, Pendidikan Kewarganegaraan, Pancasila dalam Tinjauan Historis Yuridis dan Filosofis, Fiqh Islam, Ilmu Budaya Dasar, dan Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam: Dalam Perspektif Historis dan Ideologis.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 27 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)