Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 02 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Innalillahi, Nyai Maryam Heni Syafaati Istri Mbah Maimoen Zubair Wafat

Muhajirin Jum'at, 02 September 2022 - 15:00 WIB
Innalillahi, Nyai Maryam Heni Syafaati Istri Mbah Maimoen Zubair Wafat
KH Maimoen Zubair dan Nyai Hj Maryam Heni Syafaati (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ibu Nyai Hj Maryam Heni Syafa’ati meninggal dunia pada Kamis sore, 1 September 2022. Nyai Maryam merupakan istri ketiga Almarhum KH Maimoen Zubair atau akrab disapa Mbah Moen.

Jenazah telah di shalat di Musholla Pondok Pesantren Al-Anwar Rembang, Jawa Tengah pada Kamis malam. Shalat jenazah dilakukan beberapa kali lantaran keterbatasan tempat dan banyak masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah.

Jenazah dikebumikan di komplek pemakaman khusus keluarga ndalem yang bertempat di Dusun Gondanrojo, Desa Kalipang, Sarang, Rembang, Jawa Tengah.

Baca Juga: 1 September Imam Bukhari Wafat, Ulama Hadits Terbesar Sepanjang Masa

“Teriring doa semoga beliau wafat keadaan husnul khatimah, amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Amin,” tulis laman resmi PP Al-Anwar Rembang, Jumat (2/9/2022).

Nyai Maryam merupakan sosok perempuan bersahaja yang dikenal ahli silaturahmi. Wanita kelahiran 1958 itu merupakan putri dari salah seorang ulama ternama di Kudus. Dia telah mengabdikan diri sebagai istri dengan penuh kasih sayang kepada Mbah Moen.

Nyai Maryam selalu mendampingi saat Mbah Moen bepergian. Dia bahkan mendampingi suami tercinta saat menunaikan ibadah haji pada 2019 silam. Dia setia menemani saat Mbah Moen menghembuskan nafas terakhir.

Menurut kesaksian Kurdi Arifin, mahasiswa Al-Azhar Mesir, Nyai Maryam hanya mampu memandang ribuan pelayat yang mengantar kepergian Mbah Moen dari balik pagar pemakaman Ma’la, Mekkah.

Sesekali dia mengusap mata menggunakan ujung jilbab. Dia tak mampu menahan air mata dari balik kacamata hitam. “Bu Nyai mendampingi almarhum sejak jam 03.00 pagi tadi, waktu Kiai dibawa ke RS,” ujar dokter yang selalu berada di samping Nyai Maryam. Itu karena Mbah Moen wafat saat hendak melaksanakan shalat tahajud.

“Jam 04.00 pagi, saat Kami menunggu di luar rawat almarhum, tiba-tiba hujan di Kota Makkah. Kami semua enggak tahu, kok menangis semua. Bu Nyai juga. Mbah Kiai kapundut pukul 04.17,” ujar dokter itu.

Baca Juga: Mengenang KH Mahfudz Syaubari, Kiai Saudagar Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan

Usai pemakaman, Nyai Maryam hanya menyaksikan makam sang suami dari balik pagar pemakaman Ma’la. Hingga siang hari, beberapa kerabat mulai membujuk Nyai Maryam untuk istirahat. Namun, dia menolak.

Nyai Maryam rupanya ingin melihat pusara sang suami untuk terakhir kalinya, lantaran terhalang oleh kerumunan orang. “Bapak-bapak tolong minggir-minggir. Bu Nyai ada di sini, Bu Nyai ingin melihat. Tolong minggir,” teriak salah seorang santri yang juga berada di luar pagar Ma’la.

Kerumunan itu pun mulai bergeser. Tak lama, tampak sebidang tanah datar dengan dua batu sebagai penanda. Di sana jasad Mbah Moen disemayamkan. Nyai Maryam hanya mampu menangis sembari mendoakan sang suami.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 02 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)