LANGIT7.ID, Jakarta - Pertemuan Keempat Digital Economy Working Group (4th DEWG) Meeting dan Digital Economy Ministers Meeting (DEMM)
G20 di Nusa Dua akan dilengkapi dengan sinyal 5G.
Kehadiran sinyal 5G yang dilakukan PT Telkomsel telah sesuai dengan acuan yang diterbitkan lembaga internasional Telecommunications Union (ITU), sehingga kualitas pelayanan jaringan telekomunikasi tersebut juga dipastikan sama dengan negara-negara lain.
GM Research Management PT Telkomsel, Edyson Bonardo Tamba menyampaikan, semua yang tersedia sudah berstandar internasional sehingga fasilitas yang tersedia, sama dengan negara-negara lain termasuk perangkatnya.
Baca juga: Menkominfo: Peralihan Teknologi 5G Membuka 4,6 Juta Pekerjaan Baru"Sehingga bagi siapa saja yang sudah memiliki perangkat 5G bisa menerimanya. Maka standardisasi itu penting, agar jaringan 5G Indonesia dapat kompatibel dengan perangkat yang sesuai," ujar Edyson dalam keterangannya dikutip Jumat (2/9/2022).
Edyson menjelaskan terkait kecepatan jaringan bahwa saat ini jaringan telekomunikasi berkualitas tersebut, mampu mengakses data dalam satu waktu hingga mencapai 5 gigabit per detik.
"Secara bertahap, kami akan terus melakukan serangkaian upaya peningkatan kapasitas data internet tersebut dari waktu ke waktu sebagai bentuk komitmen pelayanan optimal Telkomsel ke pelanggan," katanya.
Dia menyatakan, salah satu hal yang dilakukan dengan terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berkaitan dengan ketersediaan pita frekuensi.
"Ketersediaan frekuensi masing-masing operator dan juga tiap negara alokasi frekuensi 5G itu berbeda-beda, karena itu pentingnya koordinasi intensif dengan regulator seperti Kominfo," terang Edyson.
Baca juga: Telkomsel Fasilitasi Delegasi DEWG 2022 dengan Layanan 5G5G adalah teknologi jaringan seluler generasi kelima yang punya banyak kelebihan dibanding generasi 4G. Dengan 5G kecepatan akses data jauh lebih cepat, waktu tempuh akses data (latensi) jauh lebih rendah, dan kapasitas jaringan untuk terhubung dengan berbagai devices jauh lebih besar.
Teknologi tersebut, dapat dipergunakan untuk teknologi layanan
augmented reality (AR), virtual reality (VR), artificial intelligence (AI), cloud gaming, drone, robot, autonomous vehicle, hingga
smart factory.(sof)