LANGIT7.ID, Jakarta - Indonesia menggelar hajatan penting, yakni
Presidensial G20 di Bali. Agenda ini dihadiri anggota G20 lainnya, yaitu dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.
Lantas apa itu G20? Mengapa Indonesia terpilih menjadi penyelenggara pertemuan penting para Menteri Keuangan dan Bank Sentral negara-negara dengan perekonomian besar di dunia ini?
Dilansir dari laman Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Senin (14/11/2022), G20 atau
Group of Twenty adalah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia, terdiri dari 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa. G20 merupakan representasi lebih dari 60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen PDB dunia.
Baca Juga: Mengenal Engagement Grup Presidensi G20, Ada B20 hingga Y20Dibentuk pada tahun 1999 atas inisiasi anggota G7, G20 merangkul negara maju dan berkembang untuk bersama-sama mengatasi krisis, utamanya melanda Asia, Rusia, dan Amerika Latin. Adapun tujuan G20 mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.
Pada awalnya, G20 merupakan pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Namun sejak 2008, G20 menghadirkan Kepala Negara dalam KTT dan pada 2010 dibentuk pula pembahasan sektor pembangunan.
Sejak saat itu G20 terdiri atas Jalur Keuangan (
Finance Track) dan Jalur Sherpa (
Sherpa Track). Sherpa diambil dari istilah untuk pemandu di Nepal, menggambarkan bagaimana para Sherpa G20 membuka jalan menuju KTT (Summit).
Jenis Pertemuan G201. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) atau SummitMerupakan klimaks dari proses pertemuan G20, yaitu rapat tingkat kepala negara/pemerintahan.
2. Ministerial and Deputies Meetings atau Pertemuan Tingkat Menteri dan DeputiDiadakan di masing-masing area fokus utama forum. Pada
Finance Track, Ministerial Meetings dihadiri oleh menteri keuangan dan gubernur bank sentral, yang disebut
Finance Ministers and
Central Bank Governors Meetings (FMCBG). Sementara pertemuan para deputi disebut
Finance and Central Bank Deputies Meetings (FCBD).
3. Kelompok Kerja atau Working GroupsBeranggotakan para ahli dari negara G20,
Working Groups menangani isu-isu spesifik yang terkait dengan agenda G20 yang lebih luas, yang kemudian dimasukkan ke dalam segmen kementerian dan akhirnya KTT.
Baca Juga: Kemenag Undang 104 Lembaga Halal dari 40 Negara di Forum H20Peran nyata G201. Penanganan krisis keuangan global 2008G20 dianggap telah membantu dunia kembali ke jalur pertumbuhan dan mendorong reformasi di bidang finansial. Salah satu kesuksesan G20 terbesar adalah dukungannya dalam mengatasi krisis keuangan global 2008.
G20 turut mengubah wajah tata kelola keuangan global dengan menginisiasi paket stimulus fiskal dan moneter yang terkoordinasi, dalam skala besar. G20 juga mendorong peningkatan kapasitas pinjaman IMF, serta berbagai development banks utama.
2. Kebijakan pajakG20 memacu OECD untuk mendorong pertukaran informasi terkait pajak untuk mengakhiri penghindaran pajak.
Pada 2012, G20 menghasilkan cikal bakal
Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) keluaran OECD, yang kemudian difinalisasikan pada 2015. Melalui BEPS, 139 negara dan jurisdiksi bekerja sama untuk mengakhiri penghindaran pajak.
3. Kontribusi dalam penanganan pandemiG20 dalam penanganan pandemi mencakup penangguhan pembayaran utang luar negeri negara berpenghasilan rendah, Injeksi penanganan Covid-19 mencapai 5 triliun USD (Riyadh Declaration). Selain itu juga penghapusan bea dan pajak impor, pengurangan bea untuk vaksin, hand sanitizer, disinfektan, alat medis dan obat-obatan.
4. Isu lainnyaMengambil tema "
Recover Together, Recover Stronger", melalui G20 Indonesia mengajak seluruh dunia bahu-membahu, saling mendukung pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
Pada 2016, diterapkan prinsip-prinsip kolektif terkait investasi internasional. G20 juga mendukung gerakan politis yang kemudian berujung pada
Paris Agreement on Climate Change di 2015, dan
The 2030 Agenda for Sustainable Development.
Manfaat G20 bagi Indonesia Sebagai anggota forum G20, Indonesia bisa mendapatkan manfaat dari informasi dan pengetahuan lebih awal tentang perkembangan ekonomi global, potensi risiko yang dihadapi, serta kebijakan ekonomi negara lain. Indonesia mampu menyiapkan kebijakan ekonomi yang tepat dan terbaik.
Selain itu, Indonesia juga dapat memperjuangkan kepentingan nasionalnya dengan dukungan internasional lewat forum ini. Nama dan prestasi Indonesia juga kian dikenal dan diakui oleh berbagai organisasi dan forum internasional.
Baca Juga:
KTT B20 14 November 2022 Dihadiri Elon Musk hingga Anne Hathaway
Biden Tiba di Indonesia Disambut Tarian Bali(gar)