LANGIT7.ID, Nusa Dua - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan tetap bertandang ke Indonesia untuk menghadiri KTT G20 di Bali. Dia telah menginjakkan kaki di Pulau Dewata Bali, Senin (14/11/2022) dan disambut Menteri Sekretariat Negara Indonesia Pratikno serta Duta Besar Turki Ahmet Cemil Miroglu.
Erdogan akan mengadakan pertemuan bilateral dengan tuan rumah dan Presiden Indonesia Joko Widodo sebelum KTT berlangsung. Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin akan meninjau hubungan bilateral dan membahas langkah-langkah untuk lebih mengembangkan kerja sama.
Turki dan Indonesia juga menandatangani lima perjanjian di berbagai bidang, termasuk industri pertahanan, teknologi, kehutanan, lingkungan, dan pembangunan.
Baca juga: Hadir Virtual di B20, Elon Musk Pakai Batik Bomba Asal Sulawesi Tengah Pertemuan berlangsung di The Apurva Kempinski Bali, Jokowi menyampaikan apresiasi kepada Turki yang terus berkontribusi agar G20 tetap dapat bekerja.
Presiden Jokowi mendorong kedua negara terus mengupayakan perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA). Di dalamnya mencakup kesepakatan perdagangan besar yang sebaiknya segera diselesaikan.
"Kita harus instruksikan kepada para perunding agar hambatan yang ada segera dicarikan solusi yang bisa diterima kedua belah pihak dan perjanjian segera dirampungkan," kata Jokowi, dikutip dari keterangan resmi.
Tema utama
KTT, yang akan berlangsung pada 15-16 November, adalah "Recover Together, Recover Stronger." Pada 15 November, Erdogan akan menghadiri sesi pertama tentang ketahanan pangan dan energi dan berbicara kepada semua pemimpin dan kepala delegasi.
Setelah makan siang dengan para
pemimpin G20, Erdogan menghadiri sesi kedua tentang kesehatan dan akan berbicara kepada para peserta. Pada hari terakhir KTT, presiden Turki akan mengadakan pertemuan bilateral dan mengadakan konferensi pers.
Baca juga: Kemenag Undang 104 Lembaga Halal dari 40 Negara di Forum H20 Sementara itu, kasus ledakan di jantung kota Istanbul mengalami kemajuan pengusutan. Otoritas keamanan Turki telah menahan puluhan tersangka, termasuk tersangka utama yang diyakini menanam bom.
Teror bom di Jalan Istiklal yang terkenal di Istanbul menewaskan enam orang dan melukai 81 orang. Tersangka utama teridentifikasi sebagai warga negara Suriah berusia 23 tahun Ahlam Albashir.
Dilansir TRT, Albashir mengatakan dia telah menerima perintah dari markas organisasi teroris Partai Pekerja Kurdi (PKK/YPG) yang berbasis di Ayn al Arab di Suriah utara.
Direktorat Keamanan Umum Istanbul dalam sebuah pernyataan pada hari Senin menyatakan, tersangka mengakui selama interogasi bahwa dia memasuki Turki secara ilegal dari Afrin Suriah, kata polisi.
(sof)