LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 2 dampak buruk sering berganti jenis
BBM pada kendaraan.
Kenaikan harga bahan bakar ini jangan sampai membuat Sahabat Langit7 beralih ke BBM harga murah.
Setiap kendaraan memiliki takaran
bahan bakar yang berbeda. Baik motor maupun mobil akan bekerja optimal apabila pemilihan bensin sesuai dengan kompresi mesin.
Biasanya, setiap pabrikan otomotif sudah membekali kendaraan produksinya dengan panduan perbandingan rasio kompresi mesin dengan bahan bakar. Hal tersebut guna menjaga kinerja mesin pada kendaraan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Diesel Irit Bahan Bakar, Tak Pusing BBM NaikOleh karena itu, sebagai pengendara tidak boleh sering ganti jenis BBM karena akan berpengaruh pada mesin. Berikut dampak buruk keseringan ganti jenis bensin, melansir dari MyPertamina, Ahad (4/9/2022).
1. Kinerja Mesin MenurunPerlu diketahui, setiap jenis mesin pada kendaraan memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Tidak selalu bahan bakar dengan oktan tinggi akan baik untuk mesin. Oleh karena itu, gunakan BBM yang sesuai dengan spesifikasi dari mesin kendaraan Anda.
Efek ganti BBM secara terus-menerus akan menyebabkan kinerja mesin menurun. Saat kendaraan diganti dengan BBM oktan yang tak sesuai rasio kompresi, mesin akan menyesuaikan kembali kompresinya. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, kinerja mesin akan menurun dan konsumsi bahan bakar lebih boros.
2. Kerak Pada MesinPerlu diketahui, jenis BBM memiliki komposisi kimiawi yang berbeda. Jika sering mengganti jenis BBM pada kendaraan akan menyebabkan penebalan kerak atau residu di dalam mesin.
Penebalan kerak ini akan menyebabkan turunnya kompresi. Lubang klep yang seharusnya tertutup rapat menjadi teganjal oleh kerak.
(bal)