LANGIT7.ID, Jakarta - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) mengkritik keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pada saat sama, Persis menyayangkan sikap diam DPR.
“Sebagai bagian dari masyarakat kecil, kita tentu merasa prihatin yang mendalam atas kenaikan harga BBM yang cukup besar ini,” kata Wakil Ketua Umum PP Persis, KH Jeje Zaenuddin, Senin (5/9/2022) dalam pesan tertulis.
KH Jeje menilai, kenaikan harga BBM akan memberikan efek domino dalam perekonomian masyarakat. Harga BBM yang tinggi bisa membuat daya beli masyarakat menurun.
“Terutama kenaikan harga-harga kebutuhan pokok yang menjadi penopang kelangsungan hidup rakyat,” imbuh KH Jeje.
Pada sisi lain, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga menyayangkan sikap DPR yang terkesan diam. Padahal, saat musim kampanye, para anggota legislatif menguar janji memperjuangkan hak-hak rakyat.
Baca Juga: Pertamina Klaim Harga Pertamax Paling Murah di Kelas RON 92“Yang menjengkelkan rakyat kecil juga adalah sikap wakil-wakil rakyat dari partai-partai yang dahulu atas nama rakyat kecil sangat lantang dan keras menolak kenaikan harga BBM,” kata KH Jeje.
“Namun sekarang ketika mereka jadi partai penguasa, seakan hilang kepekaan dan pembelaannya kepada rakyat kecil,” imbuhnya.
Sabtu kemarin (3/9/2022), Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM. Presiden menyatakan keputusan ini memang sulit, tapi harus dijalankan pemerintah untuk menyehatkan APBN.
“Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM. Sehingga, harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” kata Presiden.
Baca Juga: Harga Lebih Murah dari Pertalite, Stok BBM Milik Vivo LudesKH Jeje berharap masyarakat dapat bertahan di tengah sulitnya kondisi perekonomian. Menjelang Pemilu 2024, dia berpesan agar masyarakat semakin cerdas memilih wakil rakyat dan calon presiden.
“Semoga rakyat kecil Indonesia diberi ketabahan menghadapi cobaan yang menyusahkan ini, dan semoga juga menjadi pelajaran ke depannya agar tidak lagi salah pilih dalam memilih wakil-wakil mereka di parlemen dan di lembaga eksekutif,” kata KH Jeje.
(zhd)