LANGIT7.ID, Jakarta - UMKM menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Agar maksimal, UMKM perlu diakselerasi melakukan peralihan ke ranah digital. Selama pandemi, UMKM mampu memberikan dampak signifikan menggerakkan ekonomi nasional.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, walaupun peran UMKM sangat strategis dalam pertumbuhan ekonomi, tapi presentasi pembiayaan UMKM dilihat dari perbankan masih kecil, yaitu sekitar 20 persen. Hingga Presiden Jokowi memerintahkan agar pembiayaann UMKM dinaikkan rasio kredit perbankan dari 20 persen menjadi 30 persen di 2024.
Selain itu, presiden juga meminta platform KUR tanpa agunan dinaikkan dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta. Serta meningkatkan pembiayaan UMKM menjadi Rp20 miliar KUR khusus, untuk merangsang pertumbuhan UMKM naik kelas.
“Harus diakui selama ini struktur ekonomi kita tidak berubah dari waktu ke watku yang dominan itu usaha mikro. Padahal banyak pembiayaan untuk mikro tapi hanya untuk modal kerja sehingga sedikit yang bisa naik kelas,” ujarnya dalam Webinar Sinergi Industri Jasa Keuangan dan Teknologi untuk Mendorong Digitalisasi UMKM dalam Rangka Ekonomi Digital, Jumat (13/8).
Baca juga:
Dorong Kemajuan UMKM, Pemerintah Alokasikan Rp161,2 TriliunTeten mengatakan, digitalisasi menjadi media percepatan perluasan akses pembiayaan UMKM, yang diharapkan dapat memudahkan perbankan untuk melihat
track record cashflow UMKM. Sehingga aset bukan lagi hal terpenting dalam pinjaman, melainkan kemampuan bayar cicilan dan bunga oleh UMKM.
“Kalau UMKM sudah melakukan digitalisasi,
cashflow-nya bisa terlihat lebih baik. Itu saya kira akan membuka akses pembiayaan untuk UMKM,” ujarnya.
Saat ini UMKM dirasa masih perlu melakukan pemanfaatan teknologi dan inovasi. Sebab, data Idea per Juni 2021 menunjukkan baru sekitar 14,6 juta UMKM yang
on boarding di ekosistem digital.
Baca juga:
Kemenkop UKM Berikan Kemudahan Ekspor UMKM Lewat BNI XporaPandemi sangat signifikan mendorong transformasi akselerasi UMKM
go digital, dilihat dari data yang ada, sebelum pandemi baru sekitar delapan juta UMKM go digital selama delapan tahun. Kini, hanya dalam waktu 1,5 tahun UKMM
go digital sudah mencapai 14,6 juta, yakni meningkat 22 persen.
“Target kita 30 juta UMKM go digital di tahun 2024. Artinya kita sasar mikro yang kapasitas produksi dan daya saingnya juga terbatas. Kami berpendapat digitalisasi dapat meningkatkan pemasaran produk UMKM,” ujarnya.
(zul)