LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota
Komisi I DPR RI, Christina Aryani, mendorong pemerintah untuk membuat jalan keamanan siber (
roadmap) untuk pengamanan dan perlindungan data pribadi masyarakat Indonesia. Upaya itu sebagai bentuk pencegahan atas fenomena bocornya data pribadi yang marak terjadi dalam beberapa waktu belakangan.
Christina mengatakan bahwa keamanan data di Indonesia sangat rentan kebobolan. Hal tersebut menjadi tugas penting yang harus segera diselesaikan pemerintah agar data pribadi masyarakat bisa terlindungi.
Baca Juga: Data Vaksin Diduga Bocor, Kemenkes Diminta Lakukan Penanganan"Fakta bahwa keamanan data di Indonesia rentan bobol harus kita akui. Kejadian
kebocoran data bukan hanya terjadi satu dua kali, tapi sudah teramat sering," kata Christina dalam keterangannya, Selasa (13/9/2022).
Politisi Partai Golkar itu menyesalkan kebocoran data yang terjadi berulang-ulang. Terlebih, DPR sudah mengingatkan pemerintah agar pengamanan data lebih diperhatikan.
"Secara pribadi kami sudah berulang kali mendorong perlunya peta jalan (
roadmap) untuk
Keamanan Siber. Namun, sampai saat ini belum terlihat hasilnya," ucapnya.
Baca Juga: Pemerintah Bakal Bentuk Emergency Response Team Cegah Kebocoran DataMenurut Christina, adanya peta jalan keamanan siber akan membantu optimalisasi perlindungan siber di Indonesia. Adapun peta jalan keamanan siber disebutnya sangat mendesak, seperti halnya saat DPR melahirkan peta jalan keamanan laut.
Lebih lanjut, Christina menilai adanya fenomena kebocoran data saat ini menjadi pelecut bagi DPR untuk mempercepat pengesahan RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP). "Sehingga ada ketentuan yang jelas mengenai sanksi administrasi atau pidana terhadap pengendali/prosesor data yang lalai dalam mengelola data masyarakat akan menumbuhkan kepercayaan publik bahwa data mereka dijaga dengan baik," tuturnya.
Baca Juga:
Mahfud MD Akui Ada Kebocoran Data Negara, Tapi Belum Membahayakan
RUU PDP Segera Disahkan, DPR Harap Tak Ada Lagi Kebocoran Data Pribadi(asf)