LANGIT7.ID - Menyeruput kopi bisa mengubah mood jadi lebih baik. Efek kafein juga memberi tendangan berarti pada kinerja otak, terutama sebelum jam-jam sibuk. Kopi juga cocok untuk menemani saat santai, membaca, berdiskusi bersama teman.
Tapi efeknya tak selalu menyenangkan Seperti makanan dan minuman lain, kopi juga tak bisa sembarangan dikonsumsi. Semua ada kadarnya dan tak bisa berlebihan.
Untuk kondisi tertentu, menghindari kopi justru baik untuk kesehatan. "Anda harus menghindari kopi jika punya metabolisme yang lambat," kata ahli gizi Simrun Chopra, dilansir
Indian Express, pekan lalu.
Ia memaparkan, jika seseorang sulit tidur setelah minum kopi, artinya tubuhnya mungkin kesulitan memprosesnya. Bila itu terjadi, jangan minum kopi di atas pukul 15.00 dan batasi maksimal satu cangkir kopi setiap hari.
Chopra juga menyebut beberapa kondisi saat seseorang sebaiknya menghindari kopi.
1. Sedang hamil atau menyusui. Atau, tanyakan kepada dokter tentang seberapa banyak dapat meminum kopi.
2. Saat perut kosong, sebaiknya isi dulu dengan makanan ringan sebelum menyeruput kopi.
3. Jika memiliki asam lambung yang parah. Beralihlah ke kopi tanpa kafein atau coba makan sebelum minum kopi.
4. Jika sedang menangani kecemasan, hindari semua minuman berkafein. Dalam hal ini, Anda dapat memilih kopi tanpa kafein.
Dianjurkan eseorang harus menghindari lebih dari 400 mg kafein sehari. Ini tak hanya kopi, melainkan segala sesuatu mengandung kafein di dalamnya. Jika hanya minum kopi, rata-rata dua sampai tiga cangkir maksimal setiap hari.
(arp)