LANGIT7.ID - Setan adalah makhluk yang merupakan sumber dari keburukan, sesat dan menyesatkan. Kendati demikian, Allah tentu menciptakan sesuatu pasti memiliki hikmah di baliknya. Lalu, apa hikmah di balik penciptaan setan?
Mengutip Kitab
Anta Tas'al wa Islam Yujib karya Syekh Mutawalli Sya'rawi, Allah SWT memerintahkan manusia untuk patuh dan taat kepadaNya. Allah juga memerintahkan manusia agar tidak tergoda untuk meninggalkan perintah-perintahNya.
"Perintah patuh dan taat dibarengi dengan godaan. Sebab jika tidak ada godaan, maka taat dan patuh menjadi persoalan biasa. Taat dan patuh yang sejati adalah saat seseorang mendapat rayuan dan dorongan berbuat maksiat, tapi mampu bertahan," kata Ulama Besar asal Mesir itu.
Baca Juga: Hati-Hati, Salat Khusyuk Karena Bisikan Setan
Menurut Syekh Mutawalli, Allah menghendaki agar ketaatan dan kepatuhan seseorang timbul karena rasa takut kepada-Nya. Ini adalah ibadah. Ibadah hanya untuk-Nya, bukan untuk siapa-siapa, meski ada godaan besar untuk mengalihkan tujuan ibadah itu.
"Allah menciptakan setan adalah hikmah. Serupa hikmahnya Allah menciptakan kejahatan, maksiat atau mungkar. Manusia diuji, apakah kuat imannya menolak ajakan dan godaan setan," tutur Syekh Mutawalli.
Maka itu, kata Syekh Mutawalli, manusia diberi alat, sarana dan kemampuan oleh Allah untuk menjauhi kejahatan itu. Bila sadar dan mengerti ajakan (dakwah) amar ma'ruf nahi mungkar, maka setan dan kejahatan tidak akan berhasil memperdaya manusia.
Ibnu Athaillah dalam kitab Al-Hikam mengatakan, “Jika engkau tahu bahwa setan tidak pernah lupa padamu, maka jangan sampai engkau lupa pada Dzat yang menggenggam nasibmu dalam kekuasaan-Nya.”
Allah menjadikan setan sebagai musuh manusia. Itu agar manusia benci kepada setan dan berlindung hanya kepada Allah. Setan juga tetap menggerakkan nafsu manusia, tapi manusia harus terus berikhtiar menghadap-Nya...
Baca Juga: Makna Insya Allah Menurut Syekh Mutawalli Sya'rawi
Menurut Ibnu Athaillah, jika manusia lupa berdzikir, maka setan akan membisikinya. Sebaliknya, jika manusia berdzikir, maka setan akan mundur dan menutup diri.
Allah Ta’ala berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 99:
إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya.”
Allah akan menolong manusia mengalahkan setan jika memiliki sifat-sifat keimanan, ubudiyah, tawakal, dan selalu berlindung kepadaNya.
(jqf)