LANGIT7.ID, Yogyakarta - Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta akan membuat terobosan baru di bidang arsitektur. Kampus di bawah naungan Muhammadiyah itu akan membangun Masjid Walidah Dahlan setinggi 7 lantai dengan luas 11.200 meter persegi.
Masjid itu akan menyediakan berbagai fasilitas mewah seperti Islamic Convention Hall, ruang tunggu eksekutif, tempat ibadah, perpustakaan, ruang penyimpanan barang, ruang parkir, dan fasilitas lainnya. Pembangunan masjid tersebut mendapat dukungan dari Kementerian BUMN.
Pembangunan masjid tersebut memanfaatkan teknologi ramah lingkungan seperti penggunaan teknik daur ulang air bekas wudhu untuk menyiram tanaman, energi alternatif dengan panel surya, lift, lampu dan AC hemat energy, kaca peredam panas, pemanfaatan udara segar sebagai penghawaan ruang, dan menggunakan cahaya alami. Masjid tersebut tidak hanya estetis dari sisi infrastruktur, namun juga ramah lingkungan dengan mengurangi jejak karbon.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, tak bisa menyembunyikan rasa syukur atas rencana tersebut. Ia berharap Allah Ta’ala meridhai dan memberikan karunia dengan rencana pembangunan masjid tersebut.
“Pada hari ini UNISA akan melakukan groundbreaking pembangunan Masjid Nyai Walidah Dahlan atas dukungan bantuan banyak pihak, khususnya dari Kementerian BUMN yang mengawali dukungan untuk pembangunan ini atas amanat dari Bapak Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo),” ucap Haedar dalam acara Groundbreaking Pembangunan Masjid Walidah Dahlan UNISA, dikutip laman resmi Muhammadiyah, Sabtu (14/8/2021).
Pembangunan Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta itu merupakan kado tahun baru 1443 Hijriah sekaligus HUT RI ke-76. Masjid itu dibangun dengan semangat hijrah dan kemerdekaan yang menyatu padu dan mewujud menjadi ungkapan syukur kepada Allah Ta’ala, Tuhan yang Maha Esa.
(jqf)