LANGIT7.ID, Jakarta - Curug Eti menjadi salah satu spot wisata alam yang terdapat di Desa Loa, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung. Kepala Desa Loa, Koswara menyebut selain Curug Eti Desa Loa juga masih memiliki banyak potensi wisata, salah satunya objek wisata buatan, wisata religi dan lainnya.
"Masih banyak potensi wisata yang ada di Desa Loa ini di antaranya tempat wisata buatan, perahu, spot selfie yang ada di Brecek perbatasan Desa Loa, Patrol dan Dano," kata Koswara dalam tayangan YouTube Sahrul Gunawan Official, dikutip Selasa (20/9/2022).
Menurut Koswara, objek wisata religi yang ada di desanya, yaitu berupa lokasi ziarah yang kerap didatangi pengunjung untuk berziarah.
"Ada makam Sembah Dalem Anom, Sembah Dalem Sepuh, Kian Santang, Sunan Rohmat dan lainnya," jelas Koswara.
Baca Juga: Konsep Wisata Halal Harus Disosialisasikan Lebih LuasMenurut dia, terdapat beberapa objek wisata yang saat ini sudah dijadikan sebagai cagar budaya, termasuk Sembah Dalem Anom dan Sembah Dalem Sepuh dan lainnya.
"Eyang haji itu masih belum dijadikan sebagai cagar budaya. Di beberapa cagar budaya ini juga terdapat juru kunci," ujarnya.
Kendati desa ini memiliki potensi wisata yang luar biasa, akan tetapi Koswara menyatakan bahwa desa ini masih mengalami berbagai kendala, terutama akses jalan sehingga petumbuhan ekonomi warga terhambat.
"Adapun beberapa kendala yang selama ini dihadapi seperti infrastruktur, jalan-jalan yang notabenenya jalan kabupaten masih tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat," ujarnya.
"Jadi sangat menyedihkan kalau itu jalan desa pasti di garap oleh pihak desa. Dikarenakan itu jalan kabupaten sehingga sampai sekarang itu belum terealisasikan," jelasnya.
Baca Juga: Wisata Maritim Mangrove Baros, Eduwisata di Laguna Pantai SamasLebih jauh, Koswara menuturkan selama ini pengajuan sudah dilakukannya baik kepada anggota dewan hingga kepada pihak yang terkait. "Sementara masih belum, mudah-mudahan tahun ini dan berikutnya bisa terealisasi," harapnya.
Koswara juga mengatakan, ke depan pihaknya akan merencanakan Desa Loa ini menjadi desa wisata sebagai salah satu prioritasnya. "Permintaan dukungan dan dorongan dari pemerintah mohon diajukan sebagai desa wisata, selain itu semoga akses jalan yang menghubungkan dua kabupaten bisa terealisasi," tuturnya.
Hal tersebut dilakukannya agar kondisi perekonomian masyarakat desa setempat dapat meningkat, mengingat selama ini roda perekonomian warganya masih terhambat. "Karena tidak bisa masuk kendaraan roda empat dan dua jadi warga itu keliling sangat jauh jaraknya dan ongkosnya jadi mahal," katanya.
Baca Juga: Resmi Dicalonkan sebagai Ketum, Ustaz Jeje: Tak Ada Alasan untuk Menolak(zhd)