LANGIT7.ID, Jakarta - Sekolah Cinta yang didirikan PPA Institute
menikahkan 567 pasangan. Lembaga tersebut memiliki program mempertemukan banyak pria dan perempuan untuk menikah.
Sekolah Cinta yang merupakan bagian dari program berbasis kebutuhan masyarakat yang dicanangkan sejak tahun 2015.
Pria dan perempuan yang akan dipertemukan akan mendapat edukasi dan pelatihan akidah selama kurun waktu tertentu. Setelah itu dipasangkan dan dinikahkan.
Menurut pendiri PPA Institute Rezha Rendy, banyak sekali pria dan wanita di Indonesia, khususnya kaum muslim, yang secara finansial memiliki kemapanan ekonomi, namun ternyata menemukan kesulitan dalam mencari jodohnya.
Baca Juga: Selasar Cafe, Usaha Kopi Berbasis Komunitas Jamaah MasjidHal tersebut disebabkan banyak faktor, namun dari penelitian yang dilakukan oleh lembaganya, mayoritas disebabkan karena kurangnya pemahaman tauhid dari masing-masing individu sehingga mereka hanya mengandalkan faktor lahiriah saja.
"PPA Institute sendiri adalah lembaga pendidikan yang ingin membumikan ayat-ayat Al Quran dalam kehidupan sehari-hari," kata Rezha di Jakarta Kamis (22/9/2022).
"Dalam perjalanan kami satu dekade ini, kami menemukan bahwa umumnya persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia, termasuk pernikahan atau jodoh. Di sinilah kami hadir untuk memberikan solusi praktis berbasis ilmu akidah," ujarnya.
Konsep Sekolah Cinta PPA Institute ini, kata Rendy berbeda dengan biro jodoh. Fungsi keberadaan program ini bukan menjadi mak comblang (perantara) yang mempertemukan satu pria lajang dengan wanita lajang.
Lebih dari itu, Sekolah Cinta justru ingin merubah pola pikir para lajang dari hal paling mendasar yaitu tentang kebergantungan kepada Tuhan.
"Dari pengalaman kami memberikan training, baik secara umum maupun secara khusus di Sekolah Cinta, kami menemukan bahwa persoalan utama para jomblo ini adalah mereka terlalu mengandalkan apa yang ada pada diri mereka, dan tidak mengandalkan pada apa yang ada pada Allah SWT," ujarnya.
Sampai saat ini, Sekolah Cinta PPA Institute telah menggelar 93 one day class training dengan ribuan alumni, serta kelas-kelas online selama masa pandemi yang hingga saat ini berhasil mempertemukan 567 pasangan hidup.
(bal)