LANGIT7.ID, Jakarta -
 yang baru saja terpilih, Habib Dr Salim Segaf Al-Jufri di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat pada Selasa (20/9/2022). Kunjungan Habib Salim Segaf Al-Jufri dalam rangka meminta arahan KH Ma'ruf Amin untuk menentukan arah dakwah IUMS ke depan. Dalam kesempatan tersebut, Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi, mengatakan, KH Ma'ruf Amin menyampaikan tiga pesan kepada Habib Salim Segaf Al-Jufri. Tiga pesan tersebut di antaranya: 1. Membawa Ajaran Islam Wasathiyah ke forum Internasional Ma'ruf Amin meminta Salim Segaf Al Jufri mendakwahkan ajaran Islam wasathiyah yang ada di Indonesia ke forum-forum internasional. Konsep Islam jalan tengah atau moderat (Wasathiyah) di Indonesia saat ini banyak dilirik oleh dunia internasional. Hal itu dikarenakan umat Islam mampu membangun kebersamaan di tengah perbedaan, sehingga tetap bisa damai meski berbeda-beda. Konsep itu harus dibawa ke dunia internasional, terutama ke Timur Tengah yang masih diwarnai konflik.)
Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin, menerima kunjungan Ketua Persatuan Ulama Muslim Seluruh Dunia atau International Union of Muslim Scholars (IUMS) yang baru saja terpilih, Habib Dr Salim Segaf Al-Jufri di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat pada Selasa (20/9/2022).
Kunjungan Habib Salim Segaf Al-Jufri dalam rangka meminta arahan KH Ma'ruf Amin untuk menentukan arah dakwah IUMS ke depan. Dalam kesempatan tersebut, Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi, mengatakan, KH Ma'ruf Amin menyampaikan tiga pesan kepada Habib Salim Segaf Al-Jufri. Tiga pesan tersebut di antaranya:
1. Membawa Ajaran Islam Wasathiyah ke forum InternasionalMa'ruf Amin meminta Salim Segaf Al Jufri mendakwahkan ajaran Islam wasathiyah yang ada di Indonesia ke forum-forum internasional. Konsep Islam jalan tengah atau moderat (wasathiyah) di Indonesia saat ini banyak dilirik oleh dunia internasional.
Baca Juga: Habib Salim Segaf Didaulat Jabat Ketua Persatuan Ulama Internasional
Hal itu dikarenakan umat Islam mampu membangun kebersamaan di tengah perbedaan, sehingga tetap bisa damai meski berbeda-beda. Konsep itu harus dibawa ke dunia internasional, terutama ke Timur Tengah yang masih diwarnai konflik.
"Islam
wasathiyah seperti di Indonesia itu diharapkan oleh wapres supaya dibawa ke dunia internasional, ke forum-forum internasional, terutama Timur Tengah yang biasanya dikit-dikit konflik, terutama yang berurusan dengan keagamaan dan kebangsaan itu belum menyatu," kata Masduki dalam keterangan pers, Kamis (22/9/2022).
2. Menjembatani Perbedaan di Antara Negara-negara MuslimSebagai pimpinan organisasi cendekiawan muslim internasional, Ma'ruf Amin menilai Salim Segaf Al Jufri memiliki wadah untuk menjembatani berbagai perbedaan yang ada di antara negara-negara Islam.
Ma'ruf Amin berharap salim Segaf Al Jufri bisa menjadi pelopor menyatukan antara satu kelompok dengan yang lain. Terlebih, banyak negara muslim yang belum menyatu karena memiliki perbedaan-perbedaan, mulai dari paham keagamaan sampai perkembangan politik.
"Selama ini kita ketahui bahwa perbedaan ini begitu dalam antara satu kelompok dengan kelompok yang lain, dan perbedaan ini bukan hanya masalah paham agama saja, tetapi biasanya dilatarbelakangi juga oleh perkembangan politik," kata Masduki.
3. Mengembangkan Ukhuwah Islamiyah dan InsaniyahKonsep ukhuwah dalam Islam tidak hanya sebatas sesama muslim saja (ukhuwah Islamiyah), tapi juga dikenal ukhuwah insaniyah (persaudaraan atas dasar kemanusiaan). Konsep tersebut bisa menjadi perekat antarkelompok. Ma'ruf Amin berharap Salim Segaf Al Jufri bisa membawa wajah itu ke dunia internasional.
Baca Juga: Silaturahmi ke Salim Al Jufri, UAS: Bukti Cinta kepada Habaib
"Jadi, mari kita lihat visi persamaannya, jangan melihat perbedaannya, itu kata wapres. Kalau bisa kolaborasi dilakukan dia sebagai pimpinan organisasi, tiga hal ini saya kira akan bagus," kata Masduki.
Dalam kesempatan itu, Salim Segaf Al Jufri menyampaikan, salah satu tantangan yang dihadapi IUMS adalah peran dalam mendamaikan perselisihan yang terjadi di tengah masyarakat muslim global.
"Ketika persatuan ulama ini punya tugas mendamaikan yang berselisih, itu tidak mudah, tapi husnudzon di sini kan negeri yang santun, lembut, tidak ada pertumpahan darah," kata Salim Segaf Al Jufri.
(jqf)