Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Makna Hadis Bakti ke Ibu, Bukan Berarti Sepelekan Ayah

mahmuda attar hussein Senin, 26 September 2022 - 09:00 WIB
Makna Hadis Bakti ke Ibu, Bukan Berarti Sepelekan Ayah
Makna hadis berbakti kepada orangtua. (Foto: iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Makna hadis bakti kepada ibu bukan berarti menyepelekan ayah. Rasulullah SAW meminta umatnya dapat meninggikan rasa hormat dan cinta ke orangtua perempuan.

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan, tapi bukan berarti dimaknai dengan menomorduakan ayah. Banyak yang masih keliru memahami hadis Nabi SAW itu.

"Hadis tersebut hanya terbatas kepada pelayanan. Artinya tidak bisa ditarik dalam semua lini kehidupan," ujar dia dikanal YouTubenya, dikutip Senin (26/9/2022).

Sebab, lanjut dai 47 tahun itu, ayah adalah orang yang dapat mengambil keputusan untuk kepentingan keluarga, sehingga kehadirannya tidak bisa dinomor-duakan.

Baca Juga: Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia

Dalam hukum syar'i pun telah ditetapkan bahwa penisbatan nama hanya milik ayah. Termasuk untuk menjadi wali nikah bagi anaknya.

"Sekali pun ibu setuju akan pernikahan, tapi kalau ayah sudah tidak setuju maka batal nikahnya, tidak boleh," katanya.

Adapun hadis yang dimaksud sebagai berikut:

Dari Abu Hurairah ra, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi SAW menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari dan Muslim).

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)