LANGIT7.ID - , Jakarta - Presiden China,
Xi Jinping menjadi perbincangan hangat di media sosial karena adanya dugaan kudeta oleh militer
China. Dalam kasus ini, Jenderal
Li Qiaoming disebut-sebut sebagai sosok pengudeta.
Jenderal Li Qiaoming merupakan Jenderal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), sekaligus anggota Komite Pusat Partai Komunis China (CCP). Sejumlah rumor menyebut, Li Qiaoming menggantikan Xi setelah presiden China itu dicopot sebagai pemimpin PLA.
Baca juga: Xi Jinping dan Vladimir Putin Sepakat Bantu AfghanistanSelain menjabat sebagai Jenderal PLA, Li Qiaoming juga pernah bertugas di berbagai posisi penting di China, yakni Kepala Staf Resimen ke-361, Komandan Resimen ke-364, Kepala Staf Divisi ke-124, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Grup ke-42, dan Komandan dari Divisi ke-124 Angkatan Darat ke-42.
Melansir dari Zee News, Senin (26/9/2022) pada 2017, Li Qiaoming terpilih sebagai anggota Komite Sentral ke-19 Partai Komunis Tiongkok. Li dianggap sebagai lawan kuat bagi Xi di tengah upayanya untuk menggeser kekuasaan sebagai presiden tiga periode.
Menurut kabar yang beredar, Xi Jinping ditempatkan di tahanan rumah dalam
kudeta ini. Desas-desus kudeta Xi Jinping muncul setelah dua mantan menterinya dijatuhi hukuman karena
korupsi.
Gerakan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya terlihat menuju kediaman Xi Jinping di
Beijing.
"Video kendaraan militer yang bergerak ke Beijing ini muncul segera setelah 59 persen penerbangan di negara itu dilarang terbang dan pemenjaraan pejabat senior. Ada banyak asap, yang berarti ada api di suatu tempat di dalam Partai Komunis China yang membuat tidak stabil," tulis akun @GordonGChang.
Baca juga: Pesawat China Eastern Kecelakaan, Xi Jinping Perintahkan PenyelidikanBeberapa video di Twitter menunjukkan, kendaraan militer menuju rumah Presiden China setelah 59 persen atau 9.000 penerbangan domestik pada 21 September 2022 di negara itu dilarang.
"Tiga bandara China, yakni Guiyang Longdongbao, Lhasa Gongga, dan Chengdu Tianfu memiliki tingkat pembatalan yang tinggi di provinsi Barat. Guiyang Longdongbao memiliki 539 penerbangan yang dibatalkan, dengan tingkat pembatalan 99 persen. Sedangkan di Lhasa Gongga 157 penerbangan dibatalkan, dengan tingkat pembatalan 98 persen," menurut laporan media lokal, China News.
(est)