LANGIT7.ID, Makassar - Penanganan masyarakat terkena Covid-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) mendapat apresiasi dari pemerintah. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, penanganan Covid-19, dengan penyediaan tempat isolasi terintegrasi (Isoter) berdampak pada tingkat kesembuhan pasien yang signifikan. Penanganan Covid-19 Sulsel bisa menjadi contoh nasional.
"Sulawesi Selatan cukup baik isoternya bertambah banyak dan kasus kematiannya juga relatif terendah. Langkah ini mungkin yang perlu diikuti oleh para gubernur yang lain," ujar Airlangga, saat Rapat Koordinasi Pembahasan Monitoring dan Evaluasi Penerapan PPKM Level 4 di Wilayah Sulawesi secara virtual.
Baca juga: Sukseskan Percepatan Vaksinasi Sulsel, Gubernur Gandeng Dewan MasjidDia membeberkan data yang rilis Kementerian Kesehatan RI, kasus Covid-19 harian di Sulsel per 13 Agustus 2021 berada di posisi 1.087 kasus. Sementara pasien yang berhasil sembuh dari virus corona meningkat sebanyak 1.002 orang, dibandingkan sebelumnya per 8 Agustus hanya 680 orang.
Di acara yang sama Menteri Kesehatan Budi Gunardi Sadikin, juga mengakui penanganan Covid-19 di Sulsel sangat bagus. Dia berharap bisa meniru langkah yang diambil pemerintah Sulsel yang membeli sendiri alat High Flow Nadal Cannula (HFNC).
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, pemerintah provinsi membeli langsung HFNC untuk ICU, untuk menekan laju angka kematian. Hasilnya, sekitar 1,7 persen (angka kematian) dan itu masih di bawah nasional.
Andi Sudirman mengungkapkan, pihaknya melakukan kontrol monitoring untuk sistem oksigen.
"Alhamdulillah kita sudah wanti-wanti, tolong kalkulasi berapa hari bertahannya untuk oksigen kita sebelum diisi kembali. Kita juga menyiapkan isoter yang lumayan fasilitasnya dengan kapasitas yang juga bagus," katanya, Sabtu (14/8/2021).
Baca juga: Sukseskan Percepatan Vaksinasi Sulsel, Gubernur Gandeng Dewan Masjid
Atas dasar itulah, penanganan Covid-19 di Sulsel kembali mendapat pengakuan secara nasional. Kali ini pujian dilontarkan oleh beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju.
Menurut Andi Sudirman, HFNC ini nantinya akan ditempatkan di ruangan ICU rumah sakit. Dengan kehadiran alat ini, pasien tidak harus diinkubasi menggunakan ventilator invasif untuk mencegah gagal napas dan hipoksia.
Inovasi lainnya, yakni hadirnya Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT) yang menjadi tempat isolasi bagi pasien positif Covid-19 tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan. FIT merupakan rumah sakit darurat (rumah sakit lapangan) yang diampuh oleh Rumah Sakit Provinsi Sulsel.
Hadirnya layanan FIT ini diinisiasi Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Bahkan salah satu tempat isolasi di Asrama Haji Sudiang Makassar ini disediakan gratis dengan kerjasama Kementerian Agama. Bahkan, Sulsel kembali menambahkan tempat isolasi di Balai Diklat BPSDM Sulsel.
(zul)