LANGIT7.ID - Orang kurus atau gemuk pasti memiliki lemak perut. Lemak ini adalah jenis yang menumpuk di rongga antara organ, seperti lambung, hati, dan usus. Lemak yang juga disebut lemak visceral (visceral fat) berfungsi melindungi organ penting dalam perut.
Umumnya, sebagian besar lemak disimpan di bawah kulit dikenal sebagai lemak subkutan. Lemak subkutan merupakan jenis lemak yang bisa dilihat dan dirasakan, terutama ketika Anda mencubit kulit. Sementara itu, lemak seperti visceral tersembunyi di balik kulit, bila berlebih dapat membuat perut menonjol alias membuncit
Inilah yang menjadi masalah. Lokasinya yang begitu dekat dengan organ vital dapat menyebabkan gangguan serius. Mengapa lemak visceral berbahaya?
Lemak yang tersimpan di perut dalam jumlah berlebih meningkatkan produksi zat inflamasi atau zat pemicu peradangan dalam tubuh. Letaknya yang dekat dengan organ vital seperti jantung dan hati dapat menyimpan racun di sana.
Dilansir
Eat This, Not That! pada awal pekan ini berikut lima bahaya terburuk dari lemak visceral:
1. Penyakit jantung
Sebuah stuudi yang meneliti hubungan antara lemak perut dan hasil kardiovaskular mengungkap bahwa lemak visceral jelas menjadi bahaya bagi kesehatan," kata penulis utama studi yang diterbitkan di jurnal Circulation pada April lalu.
Studi menemukan, orang dengan lemak perut berlebih memiliki risiko lebih besar terkena serangan jantung, bahkan meski mereka memiliki BMI (indeks massa tubuh) normal. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association pada 2018 menemukan bahwa wanita yang memiliki lebih banyak lemak di sekitar perut memiliki risiko 10 persen hingga 20 persen lebih besar terkena serangan jantung daripada wanita yang lebih berat, namun kurang memiliki lemak perut.
Bagaimana cara mengurangi lemak perut dan risiko yang menyertainya? American Heart Association menyarankan untuk melakukan olahraga 150 menit setiap pekan. Olahraga atau dikombinasikan dengan diet yang lebih sehat dapat mengurangi lemak perut, bahkan jika Anda tidak menurunkan berat badan.
2. Penyakit hati berlemakEfek serius lain, kelebihan lemak visceral meningkatkan risiko gangguan metabolisme serius seperti penyakit hati berlemak. Menurut Klinik Cleveland, ini adalah suatu kondisi di mana terlalu banyak lemak menumpuk di hati.
Kondisi tersebut menghambat organ vital tersebut melakukan pekerjaan pentingnya: membersihkan tubuh dari racun, serta memetabolisme lemak dan karbohidrat yang dikonsumsi. Jika dibiarkan, penyakit hati berlemak dapat menyebabkan sirosis, kanker hati, dan gagal hati.
3. Peningkatan risiko kankerMenurut MD Anderson Cancer Center, kelebihan lemak perut dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker termasuk kolorektal, pankreas, payudara (setelah menopause), dan rahim.
4. Peningkatan risiko diabetesTerlalu banyak lemak perut meningkatkan risiko terkena diabetes tipe-2. "Lemak visceral dapat melemahkan atau merusak organ tubuh.
Pusat perawatan kanker itu mengatakan, terlalu banyak lemak visceral dapat mengirimkan sinyal ke tubuh untuk membuat lebih banyak insulin daripada yang dibutuhkan. Tingkat insulin yang tinggi dari waktu ke waktu dapat menyebabkan penyakit seperti diabetes dan kanker.
5. Penyakit ginjal kronisSebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Society of Nephrology menemukan, orang yang memiliki tubuh “berbentuk apel”, atau memiliki lebih banyak lemak di sekitar perut, memiliki tekanan darah lebih tinggi di ginjal mereka, meski ketika mereka tidak kelebihan berat badan.
Seiring waktu, tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di ginjal, kemudian mengurangi kemampuannya untuk menyaring racun dari darah.
Bagaimana mengurangi lemak visceral? Mengikuti diet sehat itu penting, tetapi diet saja tidak akan mengurangi lemak perut. Olahraga adalah kuncinya.
Menurut Johns Hopkins Medicine, olahraga dapat mencairkan lemak perut karena mengurangi insulin (yang memberi sinyal pada tubuh untuk menahan lemak) dan memacu hati untuk membakar timbunan lemak di dekatnya.
Untuk mengurangi lemak perut usahakan latihan, setidaknya 150 menit olahraga, intensitas sedang (seperti jalan cepat, menari, atau berkebun), atau 75 menit aktivitas berat (seperti berlari, bersepeda atau berenang) setiap pekan.
(arp)