LANGIT7.ID, Jakarta - SPBU Vivo kini layaknya 'pahlawan' di tengah lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Bagaimana tidak, masyarakat beralih ke bensin yang diproduksi Vivo karena sejumlah BBM Pertamina dinilai lebih boros.
Meski harganya lebih mahal daripada Pertamina, masyarakat mengaku beralih ke Vivo karena lebih irit. Beberapa titik SPBU Vivo pun kini selalu dipenuhi antrean kendaraan masyarakat yang ingin beli bensin.
Hal ini diakui oleh Danar, yang kini beralih ke Vivo dari Pertamina. Selain irit, bensin Vivo dinilai mampu memengaruhi kinerja mesin yang lebih ringan.
"Saya pengguna RON 92 artinya Pertamax di Pertamina dan Revvo 92 di Vivo. Harga hanya beda Rp900 tapi terasa lebih irit dan tarikan mesin ringan. Pertamax itu boros, saya jadi beralih ke Revvo 92 (Vivo)," katanya, saat ditemui
Langit7.id di SPBU Vivo Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Kamis (29/9/2022).
Baca Juga: Perjalanan Harga BBM Vivo, Kemarin Rp8.900 Sekarang Rp10.900Diketahui, harga bensin dengan RON 92 di Pertamina (Pertamax) Rp14.500 sementara Vivo (Revvo 92) Rp15.400.
Selain itu, BBM murah milik Vivo yakni Revvo 89 juga masih menjadi pilihan masyarakat meski harganya naik mencapai Rp11.600. Revvo 89 setara dengan BBM subsidi RON 90 (Pertalite) yang kini dijual seharga Rp10.000.
"Kendaraan saya di rumah, seperti motor matic untuk istri sebelumnya pakai Pertalite, tapi sekarang beralih ke Revvo 89. Enggak masalah bagi saya harga lebih mahal, Vivo ini lebih irit," tutur Danar.
Revvo 89 menjadi incaran masyarakat karena pada awal pemerintah menaikkan harga BBM, Vivo masih membanderol RON 89 seharga Rp8.900. Selanjutnya naik menjadi Rp10.900 dan kini Rp11.600.
(zhd)