LANGIT7.ID, Jakarta - Penanganan kericuhan dengan gas air mata dilarang
federasi sepakbola FIFA. Hal ini tertuang dalam regulsai terkait keselamatan dan keamanan di dalam stadion.
Namun petugas keamanan saat Big Match antara
Arema FC vs Persebaya malah memakai gas air mata untuk menenangkan suporter yang ricuh di Stadion Kanjuruhan.
Sekjen PSSI, Yunus Nusi menyesali insiden penembakan
gas air mata oleh aparat kepolisian. Padahal PSSI telah melakukan koordinasi, bahkan workshop dengan panitia dan pihak klub sebelum pertandingan.
"Tetapi kondisi tadi malam tentu kita juga sangat menyesalkan kejadian-kejadian tersebut, dan kita juga berharap sekiranya tadi malam banyak pihak yang harus menahan diri," ujar Yunus, Ahad (2/10/2022).
Baca Juga: PSSI Minta Polisi Usut Insiden Puluhan Suporter Tewas di KanjuruhanYunus mengatakan, insiden tragis ini bukan diakibatkan oleh kerusuhan antar supporter, namun karena supporter berdesak-desakan hingga menumpuk di pintu keluar stadion. Sebab itu, banyak supporter yang terjatuh, terinjak-injak hingga merenggut korban jiwa.
"Tentu kita sangat berharap ini tidak menjadi rujukan dan landasan dari FIFA untuk mengambil keputusan-keputusan yang tidak baik dan tidak menguntungkan untuk Indonesia dan PSSI," ujarnya.
Dia pun kembali menegaskan, PSSI telah menunda gelaran Liga 1 selama sepekan kedepan. Namun hasil dari perkembangan investigasi harus tetap dipantau, sebab tidak menutup kemungkinan penundaan akan diperpanjang sesuai dengan hasil dari investigasi.
"Namun, demikian kita izin sekali lagi menunggu hasil investigasi," kata Yunus.
(bal)