LANGIT7.ID, Jakarta - Pertandingan derby Jawa Timur antara Arema FC vs Persebaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10/2022) berujung mengenaskan. Kekalahan Arema menuai kericuhan para suporternya hingga menimbulkan ratusan korban jiwa.
Menanggapi kejadian tersebut, aktivis dan konselor ketahanan keluarga di Indonesia, Ustaz Bendri Jaisyurrahman mengatakan, tragedi maut di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, merupakan sebuah takdir yang tidak bisa dihindarkan. Bahkan seluruh penjuru dunia pun pastinya akan merasa sedih dengan terjadinya peristiwa maut itu.
Ustaz Bendri mengatakan, yang menjadi sorotan dalam peristiwa nahas itu bukan sekedar perkara hilangnya ratusan nyawa saja. Melainkan juga berdampak kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.
"Kejadian yang ada di Kanjuruhan ini sebenarnya memberi pesan bahwa hakikatnya, kehilangan sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Bahwa manusia ada saatnya kehilangan siapapun orang terdekat, termasuk kematian niscaya akan terjadi," kata Ustaz Bendri saat di wawancara
Langit7, Selasa (4/9/2022).
Baca Juga: Ustaz Jeje: Mukmin Tidak Boleh Terlena dengan Harta BerlimpahTragedi Kanjuruhan merupakan suatu pembelajaran bagi semuanya bahwa kita harus selalu istiqamah dalam kondisi apapun. Sebab pada dasarnya manusia tidak tahu apa yang akan terjadi di waktu mendatang.
"Saya berdoa semoga orang-orang mati pada saat nonton bola di akhirnya bisa bersyahadat bukan dalam maksiat. Kalaupun maksiat tentu itu akhir yang buruk dan itu tentu hal yang tidak diinginkan," ujar dia.
Lebih lanjut, dia mengatakan, seluruh keluarga ataupun orang-orang terdekat dari korban tragedi Kanjuruhan harus ikhlas dengan takdir yang telah Allah tentukan. Maka dari itu, ini juga menjadi suatu pelajaran lainnya agar kita dapat selalu menghargai orang-orang terdekat kita.
"Karena itu kadang-kadang kita baru menyesal ketika kehilangan orang terdekat, anak kita, ibu kita, pasangan kita, dan kita berpikir kita ingin perbaiki semua. Kita ingin berbuat baik kepadanya tapi sudah terlambat," ucap Ustaz Bendri.
"Selagi masih bersama mereka, lakukanlah jangan sampai anak-anak pada saat dia bersama dengan kita terus kemudian merasa kehilangan padahal kita masih hidup," imbuhnya.
Baca Juga: Ungkapan Duka Cita dari Klub dan Pesepak Bola Dunia atas Tragedi Kanjuruhan(zhd)