LANGIT7.ID, Jakarta - Seseorang yang mengalami pengkhianatan dari pasangannya bisa menjadi pengalaman yang sangat menyakitkan dan merusak kepercayaan. Bagi banyak orang, hal ini dapat meninggalkan bekas luka emosional yang mendalam dan memerlukan waktu yang lama untuk pulih.
Pengasuh Parenting Fatherman,
Ustaz Bendrijaisyurrahman mengatakan, luka emosional tersebut bukan berarti tidak bisa disembuhkan. Dengan waktu dan dukungan yang tepat, luka tersebut bisa sembuh dan menghadirkan sakinah mawaddah wa rahmah dalam keluarga.
"Pastinya tidak mudah bagi kita untuk menyembuhkan luka yang ditorehkan pasangan atas pengkhiatannya di masa lalu. Bayang-bayang akan kesalahannya ibarat luka nanah yang tak kering-kering, sesekali akan menimbulkan rasa nyeri. Apalagi kalau tiba-tiba seta mengingatkan akan kesalahan pasangan tersebut," kata Ustaz Bendri, dikutip Ahad (19/3/2023).
Baca Juga: Anak Tumbuh dengan Luka Pengasuhan, Begini Cara Orang Tua MengobatinyaLalu, apa yang harus dilakukan agar luka tersebut tak mengganggu rumah tangga?
Ustaz Bendri menyarankan agar
istri berbicara dari hati ke hati dengan suami pada saat yang nyaman. Bisa setelah makan bersama atau berhubungan intim.
Istri harus menjelaskan bahwa rasa di hati mengenai pengkhianatan itu masih belum sepenuhnya hilang. "Dan, mohon bantuan suami untuk bisa menyembuhkan luka ini,” ujar Ustaz Bendri.
Jika suami mau menolong, maka ada tiga hal yang harus dilakukan oleh suami. Pertama, suami harus fokus memperbaiki hubungan kepada Allah SWT. Sebab, jika dia benar-benar dalam taubatnya, maka mudah bagi Allah SWT kembalikan lagi rasa percaya dalam diri.
Di antara makna sakinah adalah rasa percaya. Sakinah datang dari Allah SWT sebagaimana termakub dalam Surah Al-Fath ayat 4:
هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ لِيَزْدَادُوْٓا اِيْمَانًا مَّعَ اِيْمَانِهِمْ ۗ وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ"Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." (QS Al-Fath: 4)
Kedua, minta suami untuk tunjukkan hal-hal yang disukai oleh istri sebagai upaya menghapus hal-hal buruk di masa lalu. Pelan-pelan kebaikan suami akan menghapus memori buruk di masa lalu.
Baca Juga: 4 Tanda Kamu Menikah dengan Orang yang Tepat: Rumah Tangga Kian Harmonisوَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذَّاكِرِيْنَ"Dan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah)." (QS Huud: 114)
Ketiga, meminta suami untuk bersabar jika luka ini tiba-tiba menimbulkan reaksi spontan. Hal ini adalah konsekuensi atas perilakunya di masa lalu.
"Jika suami bersedia, maka istri juga harus menunjukkan tekat memperbaiki bersama. Bukan aji mumpung, karena memelihara luka sebagai senjata menjerat suami adalah perbuatan aneh," ujar Ustaz Bendri.
Sedangkan usaha istri secara individu di antaranya: Pertama, lakukan katarsis emosi atas emosi yang masih membeku (
freeze emotion) karena marah atas perlakuan suami di masa lalu.
"Istri bisa lakukan denngan cara menuliskannya kemudian memaafkan perasaan tersebut atau konseling dengan profesional (lebih disarankan)," ucap Ustadz Bendri.
Kedua, tuliskan daftar kebaikan pasangan dan jadikan “obat nyeri” di saat luka itu muncul. Caranya, baca lagi daftar kebaikan pasangan tersebut dari awal nikah. Ketiga, buat rencana hidup agar waktu produktif.
Pasalnya, setan akan menggoda kita di saat kita enggak punya agenda alias kebanyakan bengong. Kesibukan akan membuat kita teralihkan akan membuat kita teralihkan dari sakit di masa lalu. Maka, buatlah agenda harian.
Baca Juga:
Istri Wajib Simak, Begini Cara Taklukan Hati Suami dalam Islam
Cara Istri Menegur Suami dalam Islam: Gunakan Adab(gar)