LANGIT7.ID - , Jakarta -
Ketindihan atau
sleep paralysis adalah kondisi di mana Anda sadar tetapi tidak bisa bergerak. Namun, di Indonesia, situasi ini kerap dikaitkan dengan
kejadian mistis. Padahal ada penjelasan ilmiah kenapa kita bisa mengalami
sleep paralysis.
Merujuk dari Ciputra Hospital Selasa (4/10/2022), para peneliti menyimpulkan bahwa
sleep paralysis hanyalah tanda ketika tidak terjadi perpindahan yang mulus dalam melewati fase-fase tidur.
Baca juga: Alarm Alami Bangun Subuh, Baca Surat Al Kahfi Sebelum TidurUmumnya ketindihan terjadi pertama kali di usia
remaja. Meski demikian, pria dan wanita dari segala golongan usia dapat mengalaminya.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya ketindihan, seperti
kurang tidur, perubahan jadwal tidur, kondisi mental seperti stres atau gangguan
bipolar, tidur telentang, masalah tidur lainnya seperti narkolepsi atau kram malam hari, penyalahgunaan zat dan penggunaan obat-obatan tertentu, seperti ADHD (
Attention-deficit hyperactivity disorder) yakni gangguan mental yang ditandai dengan perilaku impulsif dan hiperaktif.
Lantas, bagaimana ketindihan ini diobati?
Dalam kasus ini, kebanyakan orang tidak memerlukan perawatan. Namun, mengobati kondisi yang mendasari seperti narkolepsi (kebutuhan tidur yang sangat kuat disebabkan oleh ketidakmampuan otak untuk mengatur tidur) dapat membantu jika Anda cemas atau tidak bisa tidur nyenyak.
Baca juga: Sunnah Baca Ayat Kursi Sebelum Tidur, Ini Penjelasan UstazAdapun perawatan yang bisa dilakukan untuk kondisi ini diantaranya, memperbaiki kebiasaan tidur. Pastikan Anda tidur 6-8 jam setiap malam, menggunakan obat antidepresan untuk membantu mengatur siklus tidur, mengobati masalah kesehatan mental yang dapat menyebabkan kelumpuhan tidur dan mengobati gangguan tidur lainnya, seperti narkolepsi atau kram.
(est)