LANGIT7.ID, Jakarta - Eks Pemain Timnas Sepak Bola Indonesia, Oktovianus Maniani, berharap kompetisi Liga 1, Liga 2, hingga Liga 3 tidak dihentikan imbas tragedi maut di
Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Dia meminta agar pemerintah melalui PSSI memikirkan nasib pemain Liga Indonesia yang saat ini tengah ‘menganggur’. Dia khawatir para pemain sepakbola Tanah Air tidak digaji karena kompetisi tidak berjalan.
Memang, kata dia, seluruh pecinta sepakbola Tanah Air tengah berduka dengan adanya tragedi Kanjuruhan. Namun di sisi lain, pemegang otoritas harus memikirkan nasib para pemain dan pelatih.
Baca Juga: Ini 5 Perkembangan Baru Penanganan Tragedi Kanjuruhan
Dia menyebut ada 18 tim yang berlaga di Liga 1 dan 18 tim di Liga 2. Ada ratusan pemain dan puluhan pelatih di liga tersebut. Penghentian kompetisi tentu berpengaruh juga bagi mereka.
“Keputusan yang dibuat oleh pemerintah, bahwa pikirlah pemain juga. Memang kita lagi berduka, dengan situasi seperti ini,” kata Okto dalam alam webinar "Duka Sepakbola Tanah Air, Duka untuk Indonesia" yang digelar Partai Gelora Rabu (5/10/2022) sore.
Pemain PSBS Biak itu mengatakan, pemerintah bisa mencari solusi yang bisa diterima semua pihak. Dia mencontohkan, kompetisi bisa tetap berjalan tanpa penonton.
“Ini kan lagi bagus-bagusnya Timnas, ketika kompetisi disetop, kan berbahaya bagi pemain, yang sudah persiapan nanti Liga AFF, dan seterusnya. Itu yang penting,” ujar Okto.
Baca Juga: Potret Fanatisme Aremania, Rela Patungan Demi Klub saat Arema FC Terpuruk
Kompetisi tanpa penonton itu sudah pernah dilakukan saat pandemi Covid-19. Semua kompetisi tetap berjalan dengan aman. Prestasi demi prestasi pun terus diraih.
“Contoh kemarin Covid-19, Tanpa penonton, kan aman-aman saja. Prestasi jalan terus. Ketika disetop kan bisa putus (kaderisasi pemain). Kompetisi ini boleh jalan, Tanpa penonton. Itu sangat benar, positif untuk pemain,” ujar Okto.
(jqf)