Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home sports detail berita

Potret Fanatisme Aremania, Rela Patungan Demi Klub saat Arema FC Terpuruk

Muhajirin Rabu, 05 Oktober 2022 - 18:31 WIB
Potret Fanatisme Aremania, Rela Patungan Demi Klub saat Arema FC Terpuruk
Suporter Arema FC, Aremania (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pengamat Sepak Bola, Sigit Nugroho, mengungkapkan fakta menarik tentang Aremania yang memiliki solidaritas tinggi terhadap klub. Aremania merupakan salah satu kelompok suporter yang berani mengeluarkan uang untuk membiayai Arema FC.

“Fanatisme Aremania itu sesungguhnya luar biasa. Tidak banyak suporter di dunia yang mau patungan ketika timnya ‘rusak’. Makanya ketika disampaikan suporter Aremania datang mengejar pemain Aremania, saya tidak yakin,” kata Sigit dalam webinar "Duka Sepak bola Tanah Air, Duka untuk Indonesia" yang digelar Partai Gelora, Rabu (5/10/2022) sore.

Baca Juga: Pengamat UGM: Suporter Sepak Bola Tidak Bisa Ditangani Secara Represif

Dia mencontohkan saat Arema FC dipimpin Gusnul Yakin. Kala itu, klub berjuluk Singo Edan itu tengah terpuruk. Bahkan, para pemain rela makan di warteg untuk menghemat pengeluaran klub. Gusnul Yakin bahkan rela dibayar sekarung beras demi melatih Arema FC.

“Setahu saya mereka ini orang yang solider. Ketika klubnya miskin, ini pernah terjadi di zaman Gusnul Yakin. Pemain itu semua makan di warteg, Aremania sampai patungan. Itu suporter patungan,” kata Sigit.

Fanatisme itu sangat luar biasa, kata Sigit. Hanya saja, fanatisme itu bisa berubah jadi negatif jika tidak ada persamaan persepsi dari aparat keamanan, panitia pelaksana (panpel), PSSI, dan PT LIB dalam hal pengamanan pengamanan sehingga tidak membawa petaka seperti tagedi Kanjuruhan.

“Kalau Mereka tidak mempunya kesamaan persepsi dalam pengamanan, saya pikir sia-sia,” ucap Sigit.

Baca Juga: 3 Sanksi PSSI untuk Arema FC, Tak Boleh Main di Kandang hingga Denda Rp250 Juta

Dia mencontohkan penggunaan gas air mata dalam penanganan kericuhan di dalam Stadion Kanjuruhan. Menurut dia, aparat keamanan menganggap penggunaan gas air mata sebagai sesuatu yang wajar. Itu ada adalah SOP institusi.

“Tapi FIFA sudah beranjak, tidak seperti dulu lagi. Mereka tidak menyebut lagi suporter, tapi fans (penggemar) lebih sejuk. FIFA memberikan servis. Tidak layak pendekatannya dengan gas air mata. Tidak dipakai lagi. Tapi kan persepsinya tidak sama antara aparat dengan regulator dan otoritas, apalagi Panpel. Panpel strata yang lebih rendah lagi,” ujar Sigit.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)