LANGIT7.ID, Jakarta - Masalah
stunting atau kekerdilan anak perlu menjadi salah satu materi ceramah para dai. Edukasi bahaya dan pencegahannya bisa disampaikan langsung ke masyarakat.
"Peran dai dan
penyuluh agama saya kira sangat vital, sebab mereka hadir langsung di tengah
komunitas," kata Wakil Presiden Ma'ruf Amin dilansir
Antaranews, Kamis (6/10/2022).
Wapres menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam Halakah Nasional Pelibatan Penyuluh Agama, Dai dan Daiyah untuk Mendukung Percepatan Penurunan Stunting.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo serta para dai dan daiyah.
Baca Juga: Wapres Ingatkan Penerapan Islam Wasathiyah, Ini PenjelasannyaStunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi.
Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.
Wapres Ma'ruf yang juga Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting menyebut bahwa hasil Studi Status Gizi Indonesia 2021 mencatat kurang lebih 1 dari 4 balita Indonesia mengalami stunting.
"Stunting berpotensi mendatangkan dampak berlipat, karena mengganggu perkembangan otak anak, hingga mengancam raihan produktivitasnya ketika dewasa kelak," katanya.
"Artinya, stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan juga problem kemanusiaan, bahkan dapat menghambat perekonomian dan masa depan pembangunan negara," tambah Kiai Ma'ruf Amin.
Penyuluh agama, dai dan daiyah, menurut Wapres, menjadi penyampai nilai-nilai dan pesan keagamaan di masyarakat, sekaligus menjadi sumber ilmu (manbaul 'ulum), pendidik (murabbi), penggerak (muharrik), dan teladan (uswatun hasanah) bagi umat.
"Dengan menyampaikan (pencegahan) stunting, berarti menyampaikan sesuatu yang bermanfaat dan menghilangkan kemudaratan. Stunting itu mudarat dan menghilangkannya adalah kebaikan," ujarnya.
Senada dengan Wapres, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut pencegahan stunting melalui ceramah agama adalah penjabaran atau aplikasi dari perintah agama.
"Kenapa? Agama memerintahkan kita agar tidak mewariskan generasi yang lemah dan baik, dan sebaliknya kita harus menyiapkan pentas yang terbaik," katanya.
(bal)