LANGIT7.ID - , Jakarta - Menjelang
Piala Dunia 2022, Museum of Islamic Art di Qatar kembali dibuka pada Selasa (4/10/2022), setelah proses
renovasi selama 18 bulan. Pembukaan museum sebagai upaya untuk mengenalkan
budaya Islam pada dunia.
"Ini adalah Museum Kesenian Islam terbesar dan kami berada di tengah-tengah dunia Arab. Di mana Anda bisa belajar lebih baik tentang budaya, seni, dan sejarah Islam selain di sini?" kata direktur museum Julia Gonnella dikutip dari AFP, Jumat (7/10/2022).
Baca juga: Jalan-Jalan ke Museum Lubang Buaya, Mengenal Sejarah G30SMuseum ini akan memamerkan seni dan
artefak Islam selama 14 abad dari seluruh dunia.
MIA berdiri di atas pulau yang dibangun khusus di kawasan pejalan kaki di tepi laut Doha. Bangunan ini merupakan karya mendiang arsitek AS I.M. Pei, salah satu arsitek paling terkenal di abad ke-20.
Bangunan museum terdiri dari lima lantai. Para staf telah mendesain ulang koleksinya dengan sekitar dua pertiga dari seribu pameran baru di museum.
"Dulu hanya tentang seni, sekarang tentang budaya. Kami benar-benar ingin menceritakan kisah di balik mahakarya." lanjut Donella.
Sebagai informasi, Qatar telah menghabiskan miliaran dolar untuk
stadion baru yang akan digunakan pada gelaran Piala Dunia sepak bola pertama di negara Arab, yang dimulai 20 November mendatang.
Baca juga: Museum Mini di Muktamar Persis, Ada Kuliner sampai SouvenirSaat festival olahraga mendekat, Doha memimpin dorongan budaya, termasuk mendirikan puluhan karya seni publik, dan membuka Museum Olahraga dan Olimpiade Qatar awal tahun ini.
(est)